SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Pemkab Ende Mengaku Mulai Kewalahan Atasi Pandemi Covid-19

Iklan

 


Rian Laka
2 Jul 2021, 18.28 WIB
Covid-19

Pemkab Ende Mengaku Mulai Kewalahan Atasi Pandemi Covid-19

 

Konferensi Pers terkait Penangan Covid - 19 di Kabupaten Ende bersama perangkat Satgas Covid-19 yang di pimpin langsung oleh Bupati Ende di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende. Jumad, (2/7/2021) (Foto : ist)


Ende, Floreseditorial.com - Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Ende, mengakui saat ini, pihaknya mulai kewalahan dalam menekan tingginya angka penderita Covid-19 di Kabupaten tersebut. 


Bupati Ende, Djafar Achmad, dalam konferensi pers bersama awak media, di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Jumad, (2/7 2021), siang menjelaskan, metode penanganan covid-19 di wilayah kabupaten Ende yang belum optimal, menjadi salahsatu penyebab pemerintah belum berhasil menekan angka penderita Covid-19.


“Banyak kelengahan, karena menggunakan sistem gas dan rem dalam penanganan covid-19. Jangan heran angkanya turun di tahun 2020, kita mengurangi konsentrasi pada pencegahan dan penanganan covid-19, menyebabkan begitu banyak kelengahan terjadi,” katanya.


Namun, di sisi lain, setelah angka covid-19 mengalami peningkatan di tahun 2021, kabupaten Ende kembali memperketat pencegahan dan penanganan covid-19.


“Tetapi dalam penangan kita kewalahan. Ya bukan kecolongan. Karena metode penanganan covid-19 kitakan gunakan sistem gas dan rem, ketika akhir 2020 angka covid menurun, kita lengah, bukan kita saja tetapi se Indonesia pun lengah. Nah setelah masuk 2021 angka covid-19 meningkat kita kalang kabut, kita harus akui,"tuturnya.


Selian itu, Djafar menuturkan, dalam penanganan covid-19, pihaknya tidak mungkin bekerja selama 24 jam hanya untuk memfokuskan pada penanganan covid-19. 


“Karena, pembangunan lain penting juga untuk dilaksanakan. Maka itu, tak ada cara lain selain menggunakan metode Gas dan Rem. Karena hanya dengan metode itu, bisa mengimbangi perhatian pada seluruh masalah pembangunan lain yang harus diselesaikan di Daerah Kabupaten Ende,” tandasnya.


Bupati Ende Djafar Achmad juga mengakui pengawasan dan pencegahan serta penanganan di wilayah perbatasan sangat lemah.


“Lemahnya pengawasan menyebabkan arus kedatangan orang dari wilayah perbatasan, Utara, Barat, Selatan dan Timur, jauh dari pantauan Satgas Covid-19. Hal ini, menyebabkan angka covid-19 di Wilayah Kabupaten Ende mengalami peningkatan,” imbuhnya.


"Sekarang kita gas lagi untuk memperketat pencegahan dan penanganan covid-19 di wilayah Kabupaten Ende. Semua lini, penanganan kita akan perketat,” tukasnya.