SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
PPKM, Pengusaha Hotel di NTT Mengeluh

Iklan

 


FEC Media
3 Jul 2021, 19.01 WIB
Ekbis

PPKM, Pengusaha Hotel di NTT Mengeluh

Ilustrasi PPKM (Foto : ist)



Kupang, Floreseditorial.com - Dengan meningkatnya kasus covid-19 di Indonesia, Pemerintah memberlakukan kembali PPKM Darurat di beberapa daerah. 


Manager salah satu hotel di Kupang, Ari Ariyanto, mengatakan, pemberlakuan kembali PPKM jelas berdampak pada perekonomian dan usaha-usaha yang ada. Tak terkecuali perhotelan,  


"Yang kami rasakan di NTT saja, saat ini pendapatan hotel pasti akan menurun, karena segala kegiatan dibatasi," ungkapnya, Kamis 1 Juli 2021.



Ari berharap, jika diberlakukan PPKM, hotel bisa diberikan keringanan pajak.


"Jika bisa kalau kita mengadakan PPKM, hotel diberikan subsidi untuk listrik dan keringanan pajak saja," ujarnya.



Sementara itu, seorang pelaku usaha lain di Kota Kupang, Nardy Phoa, mendukung kebijakan PPKM Darurat, guna mengurangi angka penyebaran covid-19.


"Saya mendukung aturan PPKM mikro saat ini biar pandemi Covid-19 di Kota Kupang bisa terkendali, supaya jangan sampai kejadian seperti di Jawa yang lonjakan kasusnya sangat tinggi. Jangan sampai kita juga diberlakukan PPKM Darurat yang dimana kita pengusaha cafe/resto/warung tidak diperbolehkan sama sekali menerima tamu makan di tempat seperti awal tahun 2021," terang Nardy.


Pemilik usaha yang lain mengaku pasrah dengan aturan PPKM mikro saat ini. Peraturan tersebut mengakibatkan penjualan/omset menurun. Hal itu diperparah dengan adanya pembatasan jam operasional dan pembatasan tamu.


"Di sini kita UMKM memang dituntut untuk kreatif atau putar otak untuk bisa bertahan dalam usaha masing-masing. Tapi tetap saja ada rasa gelisah, sampai kapan ini situasi akan berakhir," ujar Nardy.


Ia berharap, kebijakan pemerintah tersebut dapat menekan penyebaran Covid-19.


"Jangan sampai kita dilarang sama skali untuk tidak boleh terima tamu makan di tempat. Itu saja yang membuat saya gelisah terus setiap kali ada surat PPKM yang keluar,"tutupnya.