SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Sekdinkes Matim Bantah Dituding Sengaja Mengcovidkan Pasien

Iklan

 


FEC Media
14 Jul 2021, 13.27 WIB
Covid-19HeadlineLakalantas

Sekdinkes Matim Bantah Dituding Sengaja Mengcovidkan Pasien

Pranata Kristiani Agas. (Foto: Floresnews)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur (Sekdinkes Matim), Pranata Kritianis Agas, membantah tudingan bahwa tenaga kesehatan di puskesmas Borong sengaja mengcovidkan Pasien.


Tudingan perihal tenaga kesehatan yang sengaja mengcovidkan pasien Non Covid-19 itu berseliwaran di media sosial perihal salah satu Pasein kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang tiba - tiba positif Covid-19 setelah menjalani perawatan di Puskemas Borong, pada Senin (12/7/2021) lalu.


“Ini bukan masalah dicovidkan atau tidak, karena alat yang kita gunakan punya sensitivitas dan spesifikasi yang sangat tinggi,  dan di tengah masa pandemi seperti saat ini, berlaku undang - undang karantina kesehatan di sektor manapun, jadi tidak ada istilah dicovidkan,” kata Pranata Kristiani Agas dalam keterangan yang diterima Floreseditorial.com, Rabu (14/7/2021).


Ani Agas menegaskan, protap pelayanan medis di tengah masa pandemi mengharuskan setiap Pasien yang masuk ke IGD akan dilakukan Rapid Test.


“Hal ini demi menghindari terpaparnya petugas medis dari bahaya Covid-19. Misalnya Pasien tersebut tanpa gejala, dan dilayani oleh petugas medis tanpa menggunakan APD standar, bisa - bisa petugas medis juga terjangkit.  Makanya setiap Pasien yang masuk ke UGD akan dilakukan Rapid Test,” kata Ani, Selasa (13/7/2021).


Terkait salah satu Pasein Korban Kecelakaan Lalulintas pada Senin (12/7/2021) lalu, Ia menuturkan, Pasien Asal kelurahan Kota Ndora itu memang benar telah terpapar virus Covid-19 berdasarkan hasil Rapid yang dilakukan oleh petugas di Puskesmas Borong.


“Berdasarkan hasil Rapid test yang dilakukan petugas Medis, Pasien tersebut memang terkonfirmasi Positif Covid-19,” pungkas Ani Agas.