Iklan

 


Rian Laka
10 Agu 2021, 00.04 WIB
DPRD EndeNews

Anggota DPRD Ende Berulah Saat Diskusi, Elias Cima: Mereka Wakil Rakyat Atau Preman?

Elias Cima. (Foto: FEC Media / Rian Laka)


Ende, Floreseditorial.com - Aksi banting - banting mikrofon hingga rusak yang dilakukan oleh sejumlah anggota DPRD Ende di ruang rapat sidang  utama saat diskusi usai paripurna I di masa sidang III dengan agenda penyampaian nota keuangan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD Tahun 2020, mendapat sorotan dari kalangan akademisi.


Kepada Floreseditorial.com, Senin (09/08/2021), pengamat sosial politik, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) St Ursula Ende, Elias Cima, menyayangkan sikap beberapa anggota DPRD yang meluapkan kekesalan dengan membanting dan merusak fasilitas sidang di gedung wakil rakyat itu.


Kata dia, tindakan tak terpuji yang telah dipertontonkan oleh para wakil rakyat itu merupakan tindakan premanisme dan tidak patut ditiru oleh masyarakat.


“Seperti Preman. Mereka wakil Rakyat atau Preman? Itu tindakan premanisme yang tidak layak ditunjukkan oleh anggota DPRD Ende yang merupakan representasi rakyat Ende. Tindakan demikian seharusnya tidak boleh masuk ke ruangan wakil rakyat yang katanya terhormat itu," kata Elias.


Harusnya, Kata Dia, seburuk apapun mekanisme persidangan,  perbedaan pendapat dalam proses persidangan di ruangan sidang paripurna adalah hal yang wajar.


“Dan harus diperjuangkan dengan cara yang santun dan bijaksana,” imbuhnya.  


Menurutnya, wakil rakyat mesti menunjukan etika berdemokrasi yang lebih baik, saat berargumentasi untuk kepentingan rakyat. 


“Mengingat, Fasilitas  di ruangan persidangan itu adalah milik publik yang mesti dijaga oleh wakil rakyat yang yang diutus oleh rakyat,” tutupnya.


Untuk diketahui, Diskusi para wakil rakyat di Gedung DPRD kabupaten Ende pada Senin (09/08/2021) berakhir ricuh.


Padahal, diskusi itu dilakukan pasca wakil Ketua DPRD Ende, Erikos Emanuel Rede, selaku pimpinan sidang menutup Paripurna.


Pantauan floreseditorial.com, awalnya Paripurna dengan agenda penyampaian nota keuangan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD Tahun 2020 ini berjalan normal, hingga berlanjut dengan penyerahan dokumen nota keuangan oleh Bupati Ende kepada Wakil Ketua DPRD Ende. 


Namun pasca sidang paripurna ditutup atas permintaan dan persetujuan forum, pimpinan sidang kembali membuka diskusi untuk membahas sejumlah persoalan.


Dalam proses diskusi ini, terjadi perdebatan  saat dua anggota DPRD Ende Vinsen Sangu dan Mahmud Djegha saling menyoroti terkait beberapa persoalan pembangunan yang terjadi di Kabupaten Ende hingga berujung saling bantah. 


Diskusipun semakin amburadul, saat dua anggota anggota DPRD Kabupaten Ende, Baltasar Saytua dan Iwan Kila membanting mikrofon hingga rusak.



Hal inipun ramai-ramai diikuti oleh beberapa anggota DPRD lainnya yang turut ikut - ikutan membanting mikrofon.


Hal inipun menyebabkan sejumlah kerusakan fasilitas sidang di ruangan rapat paripurna DPRD.