Iklan

 


FEC Media | Verified Writer
30 Agu 2021, 19.43 WIB
News

Berburu Sinyal di Puncak Golo Tewa

Para pelajar saat mengerjakan tugas - tugas sekolah di Puncak Bukit Golo Tewa. (Foto: FEC Media)


Manggarai, Floreseditorial.com - Para pelajar dari SMP, SMA dan juga beberapa mahasiswa perguruan tinggi yang berasal dari Kampung Nggalak Desa Nggalak, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) harus berburu singnal internet di puncak perbukitan Golo Tewa untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dari sekolah kepada mereka. 


Kampung yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Manggarai Barat, ini dihuni oleh sekitar 2.500 jiwa. 


Untuk menuju ke sana bisa ditempuh dengan  kendaraan bermotor sekitar 10-15 menit  dari Kampung Nggalak.


Di sana mereka tidak menikmati pemandangan. Mata mereka fokus ke layar ponsel Android.


Mereka mengulik kembali materi pelajaran dari sekolah melalui internet dengan mengotak-atik ponsel Android di atas perbukitan itu.


Sesekali handphone yang digenggam oleh jari-jari mungil itu diangkat, digeser, diarahkan untuk mencari posisi sinyal terbaik.


Perjuangan itu harus mereka lalui untuk mendapatkan sinyal yang lebih baik guna belajar online.


Tak seperti halnya pelajar di perkotaan yang lebih diuntungkan dengan kebijakan belajar di rumah secara online, siswa-siswi di pedesaan terpencil di kawasan hutan ini malahan harus dipusingkan dengan persoalan akses internet. 


Belajar online praktis menambah beban psikis bagi mereka lantaran begitu sulitnya berburu sinyal internet.


Harapan


Salah satu siswa  SMPN 2 Reok Richardus T. Sasmijoyo kepada media ini Senin (30/08/2021) berharap pemerintah sudi memfasilitasi jaringan telekomunikasi di desanya.


Dampak buruk nihilnya sinyal internet ini tak hanya dirasakan oleh para pelajar, tapi juga seluruh warga Desa Nggalak karna satu-satu tempat jaringan ada di golo tewa ini. 


"Kami berharap agar pemerintah cepat mendirikan tower di Nggalak supaya kami tidak susah lagi mencari jaringan untuk mengerjakan tugas dari sekolah tutupnya."


Maria Contesa Purnamasari, salah seorang pelajar lainnya mengaku harus datang ketempat tersebut setiap hari Senin-Sabtu dari jam 07-00 sampai 12:00 sesuai jadwal yang diberikan Guru.


“Kami selalu menghabis waktu di tempat ini tiap hari, dan kami kesulitan belajar. Apalagi kami yang SMA yang lebih banyak tugasnya. Tak hanyak para pelajar, bagi orang tua yang anaknya kuliah dan kerja di luar kampung Nggalak yang tak bisa pulang dari perantauan, mau video call saja harus kebingungan cari sinyal,"ucapnya. 


Apalagi lanjut dia, bagi aparat desa dan Kepala Desa yang seharusnya selalu mendapatkan informasi terbaru dari Dinas harus mencari jaringan internet ke Golo tewa ini.


“Berharap agar pemerintah bisa memperhatikan persoalnya jaringan di Kampung Nggalak ini. Apalagi Kalau ada keperluan emergency terpaksa kita harus malam-malam ke sini (Golo Tewa) untuk bisa mendapatkan informasi mau pun memberikan informasi kepada keluarga yang berada di luar kampung Nggalak" tuturnya.


Iai berharap agar program pendirian BTS 4G cepat terealisasi di wilayah tersebut.


“Agar kami tidak susah lagi mencari jaringan,” tukasnya.