Iklan

 


FEC Media | Verified Writer
16 Agu 2021, 12.23 WIB
HukrimPilkadesTango Molas

Didampingi Kuasa Hukum, Warga Laporkan Paulus Caru ke Polres Matim Atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Ijazah SD

Masyarakat Desa Tango Molas saat berada di Polres Matim. (Foto: FEC Media)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Calon Kepala Desa (Cakades) Petahana Tango Molas, Kabupaten Manggarai Timur, Paulus Caru Agung, dilaporkan ke Polres Manggarai Timur (Matim) atas dugaan pemalsuan dokumen ijazah.


Pulus Caru,  diduga kuat memalsukan ijazah Sekolah Dasar (SD) agar bisa mendaftar sebagai calon kepala Desa di Desa tersebut.


Tak cuma itu, Paulus juga diduga menggunakan ijazah Palsu saat memimpin memimpin Desa Tango Molas sejak enam tahun silam.


Pantuan media ini, sekelompok warga Desa Tango Molas, didampingi kuasa hukum, Fitalis Burhanus, tiba di Polres Matim Senin (16/08/2021), sekitar Pukul 10.00 WITA.


“Kedatangan kami hari ini untuk melaporkan, Paulus Caru Agung, atas dugaan pemalsuan ijazah yang ia lakukan,” kata Fitalis yang saat itu didampingi warga Desa Tango Molas.


Menurutnya, Paulus Caru Agung, mengantongi dua ijazah sekolah Dasar Inpres Kengko dengan nomor induk yang berbeda.


“Salah satu ijazahnya, Paulus Caru Agung, tertulis nomor Induk 63, sementara di ijazah lainnya, tertulis Nomor induk 44, kami menduga ijazah -ijazah ini palsu,” katanya.


Menurutnya, perbedaan lain juga terlihat dari tanggal penandatangan ijazah. Salah satu ijazahnya, tertulis, ijazah tersebut ditandatangani oleh  Alm.Yakobus Paleng selaku kepala sekolah saat itu pada tanggal 23 Juni 1988. Sementara di ijazah lainnya, tertulis ijazah tersebut ditandatangani pada tanggal 28 Juni 1988.


“Paulus Caru Agung diduga sengaja merekayasa dokumen ijazahnya agar bisa lolos seleksi calon kepala desa di desa tersebut,” kata Fitalis.


Menurutnya, barang bukti berupa dokumen ijazah yang dipalsukan telah diberikan kepada penyidik.


Pantauan media, saat ini, masyakarat desa Tango Molas masih berada di Polres Manggarai Timur.