Iklan

 


FEC Media | Verified Writer
12 Agu 2021, 14.09 WIB
HukrimPilkadesTango Molas

Diduga Terlibat Pemalsuan Dokumen Ijazah, Cakades Tango Molas Terancam Enam Tahun Pidana Penjara

Ilustrasi Ijazah Palsu. (Net)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Calon Kepala Desa (Cakades) Petahana Tango Molas, Kabupaten Manggarai Timur, Paulus Caru Agung, diduga kuat memalsukan sebuah dokumen ijazah.


Ia diduga merekayasa ijazah milik salah seorang teman seangkatannya, agar bisa lolos seleksi calon kepala desa. Akibatnya, iapun mengantongi dua ijazah sekolah Dasar Inpres Kengko dengan nomor induk yang berbeda.


Hal ini terungkap saat proses pendaftaran ulang ke Pantia baru Pilkades Tango Molas. Dimana terdapat sejumlah perbedaan dengan dokumen ijazah sebelumnya yang ia serahkan saat proses pendaftaran ke Panitia lama Pilkades.


Di salah satu ijazahnya, Paulus Caru Agung, tertulis nomor Induk 63, sementara di ijazah lainnya, tertulis Nomor induk 44.


Dua dokumen Ijazah berbeda milik Paulus. (Foto: Ist)


Perbedaan lain juga terlihat dari tanggal penandatangan ijazah. Salah satu ijazahnya, tertulis, ijazah tersebut ditandatangani oleh  Alm.Yakobus Paleng selaku kepala sekolah saat itu pada tanggal 23 Juni 1988. Sementara di ijazah lainnya, tertulis ijazah tersebut ditandatangani pada tanggal 28 Juni 1988.


Diduga kuat, Paulus Caru Agung sengaja merekayasa dokumen ijazahnya agar bisa lolos seleksi calon kepala desa di desa tersebut.


Pengamat Hukum Universitas Katolik St. Paulus Ruteng, Dr. Laurentius Ni, saat dihubungi media ini, Kamis (12/08/2021), menjelaskan, pemalsuan dokumen resmi seperti Ijazah yg diduga dilakukan oleh Paulus Caru Agung telah diatur dalam Pasal 263,264 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).


"Jika ia terbukti melakukan pemalsuan dokumen Ijazah, bisa terancam pidana penjara selama enam tahun,” kata pria yang juga berprofesi sebagai advokat itu.