Iklan

 


Rian Laka
9 Agu 2021, 15.09 WIB
DPRD EndeHeadline

Diskusi Usai Rapat Paripurna Ricuh, Para Anggota DPRD Ende Ramai-ramai Banting Mikrofon

Diskusi anggota DPRD Ende Usai Sidang Paripurna ditutup. (Foto: FEC Media / Rian Laka)


Ende, Floreseditorial.com - Diskusi para wakil rakyat di Gedung DPRD kabupaten Ende pada Senin (09/08/2021) berakhir ricuh.


Padahal, diskusi itu dilakukan pasca wakil Ketua DPRD Ende, Erikos Emanuel Rede, selaku pimpinan sidang menutup Paripurna.


Pantauan floreseditorial.com, awalnya Paripurna dengan agenda penyampaian nota keuangan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD Tahun 2020 ini berjalan normal, hingga berlanjut dengan penyerahan dokumen nota keuangan oleh Bupati Ende kepada Wakil Ketua DPRD Ende. 


Namun pasca sidang paripurna ditutup, atas permintaan dan persetujuan forum, pimpinan sidang kembali membuka diskusi untuk membahas sejumlah persoalan.


Dalam proses diskusi ini, terjadi perdebatan  saat dua anggota DPRD Ende Vinsen Sangu dan Mahmud Djegha saling menyoroti terkait beberapa persoalan pembangunan yang terjadi di Kabupaten Ende hingga berujung saling bantah. 


Diskusipun semakin amburadul, saat dua anggota anggota DPRD Kabupaten Ende, Baltasar Saytua dan Iwan Kila membanting mikrofon hingga rusak.


Hal inipun ramai-ramai diikuti oleh beberapa anggota DPRD lainnya yang turut ikut - ikutan membanting mikrofon hingga menyebabkan sejumlah kerusakan fasilitas sidang di ruang paripurna DPRD.


Salah satu anggota DPRD Kabupaten Ende, Yulius Cesar Nonga menilai kegaduhan tersebut disebabkan karena Pimpinan Sidang memaksa  mengakhiri paripurna sementara masih banyak anggota DPRD yang belum menyampaikan aspirasi mereka.


"Mestinya rapat jangan dulu ditutup oleh pimpinan sidang. Karena, Rapat Paripurna masih berjalan, jika paripurna telah ditutup, kira - kira yang kita bicarakan itu masuk agenda sidang atau hanya sekedar diskusi," ujar Yulius.


Ia menjelaskan, seharusnya, jika rapat paripurna sudah ditutup oleh pimpinan sidang, rapat tidak perlu dilanjutkan karena rapat paripurna sudah selesai. 


"Kita kadang membiasakan sesuatu yang keliru, rapat paripurna belum selesai, kita sudah tutup. Lalu saat sudah tutup, kita lanjut lagi untuk bahas. Lalu yang kita bahas itu apa," ujarnya.