Iklan

 


FEC Media | Verified Writer
8 Agu 2021, 12.45 WIB
Alkes Matim 2013HeadlineHukrim

Kejaksaan Tangkap Buronan Kasus Alkes Matim Tahun 2013

Ilustrasi. (Net)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Terdakwa kasus tindak pidana korupsi Pengadaan Barang Habis Pakai dan Reagentia (Alkes) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur (Matim) Tahun Anggaran 2013, dr. Fransiscus Nangaroka, akhirnya dibekuk kejaksaan pada Kamis (05/08/2021).


Penangkapan pria yang telah ditetapkan sebagai DPO sejak tahun 2017 itu berhasil dilakukan berkat kordinasi yang bersinergi antara Kejaksaan Negeri Manggarai dengan jajaran Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur dan Tim Tabur (tangkap buron) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. 


Fransiscus dibekuk di Kota Surabaya.


Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai, Bayu Sugiri, dalam Konfrensi Pers Bersama awak media, di Kantor Kejari Manggarai di Ruteng, Sabtu (07/08/2021), menjelaskan, usai ditangkap, terdakwa diamankan di Kantor Kelurahan Barata Jaya Kota Surabaya dan akan dibawa ke Kantor Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur.


“Terdakwa sejak Tahun 2017 melarikan diri sehingga Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Manggarai melimpahkan perkara ini ke Pengadilan Tipikor Kelas 1 A Kupang secara in absentia,” kata Bayu.


Selanjutnya, katanya lebih lanjut, untuk menjawab persepsi masyarakat bahwa Kejaksaan Negeri Manggarai tidak serius dalam menyelesaikan perkara ini.


“Kami kerahkan seluruh sumber daya yang ada sehingga syukur alhamdulillah kami berhasil menangkap Terdakwa,” tandas Bayu.


Untuk diketahui, dalam kasus ini Kejaksaan Negeri Manggarai telah menetapkan tiga orang pejabat di Manggarai Timur, yakni Sulpisius Galmin, Kasmir Gon dan kadis Kesehatan Manggarai Timur  saat itu, dr. Philipus Mantur sebagai terpidana.


Kasus ini juga sempat membuat salah satu anggota kelompok kerja (Pokja) saat itu yang kini telah menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Matim, Pranata Kristiani Agas, menjadi tersangka. 


Meski pada akhirnya, Putri Bupati Matim, Agas Andreas itu, akhirnya dibebaskan oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Selasa (12/12/2017) karena tak terbukti melakukan perbuatan melawan hukum.