Iklan

 


FEC Media | Verified Writer
31 Agu 2021, 16.57 WIB
News

Lepas 273 Mahasiswa KKN STPM Santa Ursula, Begini Pesan Bupati Djafar Achmad

Ceremonial pelepasan 273 mahasiswa KKN tematik oleh Bupati Ende. (Foto: FEC Media / Rian Laka)


Ende, Floreseditorial.com - Bupati Ende, Djafar H. Achmad, melepas 273 mahasiswa KKN tematik yang akan disebarkan di 29 desa di empat kecamatan di kabupaten Ende. 


Mereka akan menjalani KKN di Kecamatan Ende, Kecamatan Ende Timur, Kecamatan Ndona, dan Kecamatan Nangapanda. 


Bupati Djafar Achmad saat memberikan sambutan di Aula lantai II STPM Santa Ursula Ende, Selasa, (31/8/2021), mengatakan pemerintah memberikan apresiasi yang untuk langkah – langkah inovatif dalam upaya pemenuhan hak sipil anak guna mewujudkan Kabupaten Ende sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) di tahun 2023 dengan melibatkan mahasiswa STPM Santa Ursula Ende.


Bupati Djafar berharap kepada mahasiswa KKN Santa Ursula agar mengedukasi masyarakat tentang cara pemerintah dalam penanganan covid dan upaya pemerintah untuk mempercepat akta kelahiran dan kartu idestitas anak.


“Saya berharap mahasiswa KKN menyampaikan hal ini kepada masyarakat bahwa covid bukan aib, dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk mengetahui hal tersebut selain itu tolong berikan sosialisasi yang berkaitan dengan pengurusan administrasi kependudukan,”ujar Bupati Djafar


Bupati Djafar mengucapkan limpah terima kasih kepada Yayasan FREN dan STPM Santa Ursula serta Mitra Child Fund Internasional yang telah membangun kerjasama dengan Dinas Kependudukan dan catatan sipil dengan melaksanakan KKN Tematik Pemenuhan Hak Sipil Anak.


Sementara Ketua STPM Santa Ursula, Andreas Ngea, S.Sos menyampaikan bahwa saat ini STPM lebih mengedepankan soal penanganan sosial yang lebih terukur terhadap situasi yang terjadi saat ini di tengah pandemi Covid 19


“Kegiatan saat ini mengusung tema pemenuhan hak sipil anak dalam rangka mendukung program pemerintah Kabupaten Ende yang mau menjadikan Kabupaten Ende menjadi Kabupaten layak anak,”ujarnya


Selain itu, kata adreas, kegiatan yang dijalankan selama KKN yaitu mendukung percepatan pengurusan akta kelahiran dan administrasi kependudukan lainnya serta memberikan informasi dan pendidikan kepada masyarakat baik tentang politik, sosial, dan ekonomi agar masyarakat bisa diberdayakan dalam menghadapi era digital.


Lokasi sasaran KKN kali ini yang tersebar di desa dan Kelurahan yang terdapat di 4 Kecamatan yakni Kecamatan Nangapanda 10 desa, Kecamatan Ende 10 desa, Kecamatan Ende Timur 2 desa dan 1 Kelurahan, serta Kecamatan Ndona 5 desa dan 1 Kelurahan.


Ketua Yayasan Flores Children Development (FREN), Antonius Te menjelaskan yayasan Fren selama ini bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Ende dalam penanganan dan perlindungan hak anak.


Fren memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Catatan Spil (Disdukcapil) yang telah membangun sistem untuk pengurusan akte kelahiran dan kartu identitas anak.


Sementara Konsultan Mitra Child Fund Internasional, Jhon Thomas Ire mengatakan upaya pemenuhan hak anak tidak gampang pada pandemi saat ini oleh karena itu dibutuhkan kerjasama berbagai pihak. 


Oleh karena itu, lanjut Jhon Mitra Child Fund Internasional telah bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Ende yang begitu erat dalam upaya pemenuhan hak anak.


“Saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Ende agar tetap menjalin hubungan dan bekerjasama dengan Mitra Child Fund Internasional dalam mewujudkan Kabupaten Ende sebagai Kabupaten Layak Anak di tahun 2023,” tutupnya.