Iklan

 


FEC Media | Verified Writer
10 Agu 2021, 17.02 WIB
Hukrim

Marak Aski Pencurian Ayam Mulai Meresahkan Pedagang Pasar Borong

Ilustrasi. (Net)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Maling ayam yang belakangan, kerap beraksi di Pasar Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) kini semakin meresahkan para pedagang ayam di Pasar itu.


Dalam beberapa Minggu belakangan, pedagang di Pasar tersebut kerap mengeluhkan kehilangan ayam dari lapak mereka.


Mama Diana misalnya, salah seorang pedagang Ayam di Pasar Borong yang mengaku sudah beberapa kali kehilangan ayam dari Lapak miliknya.


“Kemarin, hilang lagi empat Ekor dari kandang,” kata Mama Diana, Senin (09/08/2021).


Senada diungkapkan Mama Maria, salah seorang pedagang ayam lainnya, yang juga mengaku kehilangan ayam pada Minggu (08/08/2021) malam.


“Hari Minggu malam, saya punya hilang dua ekor dari kandang,” katanya.


Karena terus-terusan merasa kehilangan, beberapa pedagang ayam di Pasar Borongpun berinisiatif melakukan penjagaan.


Hingga pada Selasa (10/08/2021) dinihari, dua pria tak dikenalpun kepergok warga sedang beraksi mencuri ayam di beberapa lapak ayam di Pasar Borong.


Wargapun menangkap dua orang tersebut. Beberapa orang bahkan memukul kedua pemuda itu.


Keduanya nyaris diamuk massa yang datang saat mendengar riuh penangkapan kedua maling ayam itu. Untung saja keduanya berhasil melarikan diri.


Fransiskus Ipenik, Ketua RT 05 Pasar Borong, kepada wartawan menjelaskan, pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap aksi para pencuri yang kini mulai meresahkan pedagang.


“Kami sudah menyepakati untuk melakukan patroli di sekitar pasar, jika ditemukan tindakan serupa, akan kami tangkap dan menyerahkannya kepada pihak berwajib,” tukas Fransiskus.


Menurut Ketua RT 05 itu, para pedagang diimbau untuk tidak tidur ataupun menginap di dalam areal pasar saat malam hari.


“Di lain pihak, pencuri pun mulai bebas beraksi,” katanya.


Ia berharap agar pemerintah daerah bisa memikirkan solusi yang tepat atas persoalan yang dialami pedagang di Pasar Borong.