Iklan

 


Rian Laka
9 Agu 2021, 17.08 WIB
DPRD EndeNewsProtokol Kesehatan

‘Ngotot’ Selenggarakan Acara Taga Kamba, Vinsen Sangu: Bupati Ende Jangan Jadi Pelopor Langgar Prokes

Vinsensius Sangu. (Foto: Ist)


Ende, Floreseditorial.com - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Kabupaten Ende, Vinsensius Sangu, meminta Bupati Ende, Djafar Ahmad, tidak menjadi Pelopor Langgar Protokol Kesehatan (Prokes) di tengah ketatnya pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM).


Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ende itu menilai, Bupati Djafar, tidak memberikan teladan yang baik bagi rakyat dalam menegakan disiplin prokes dengan tetap ‘ngotot’ menyelenggarakan acara Taga Kamba yang merupakan ritual tahunan yang sering dilaksanakan di kabupaten Ende.


“Kita memberi apresiasi, acara tangga kamba sebagai salah satu program strategis pemerintah daerah kabupaten Ende untuk mengangkat nilai budaya Ende, memang ini adalah sebuah terobosan yang bagus,” katanya saat Paripurna dengan agenda penyampaian nota keuangan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD Tahun 2020, di ruang sidang utama DPRD Ende, Senin (09/08/2021).


Namun, katanya lebih lanjut, melihat wabah pandemi covid-19 yang belum landai, sebaiknya acara tersebut dihentikan.


"Bupati Ende harus mampu menjadi pelopor dan teladan bagi rakyat dalam menegakan disiplin prokes. Jangan rakyat dipaksakan untuk tegak menjalankan prokes lalu Bupati Ende dan Pemerintah menjadi pihak yang melanggar aturan tersebut,” katanya.


Saat ini, lanjut Vinsen, yang dibutuhkan rakyat adalah penanganan covid-19 secara maksimal dan menyentuh rakyat langsung seperti insentif bagi tenaga sukarela dan tenaga kesehatan, insentif bagi guru honorer dan guru tidak tetap.


“Harusnya, itu yang menjadi prioritas perhatian pemerintah,” kata Vinsen.


Untuk itu, Vinsen Sangu menyarankan agar  Pemerintah Daerah Kabupaten Ende merelokasi item pembiayaan acara Taga kamba untuk belanja langsung bagi rakyat dan penanganan Covid-19.


"Ya kita harus punya hati dan peka terhadap jeritan rakyat, kita harus merasa memiliki moralitas politik yang tinggi terhadap permasalahan rakyat. Kegiatan taga kamba harus dihentikan,” tegasnya.


Ia berharap agar Bupati Ende, Djafar Achmad tidak ‘ngotot’ melaksanakan acara tahunan taga kamba dilaksanakan. 


“Karena, acara taga kamba, akan memantik kerumunan massa yang tak terbendung di tengah  angka covid-19 yang terus melambung. Bupati jangan jadi pelopor langgar prokes. Karena melanggar aturan yang sudah ditetapkan,” tukas Vinsen Sangu.