Iklan

 


FEC Media | Verified Writer
5 Agu 2021, 12.58 WIB
HukrimManggarai Timur

Persoalan Tanah, Rumah Warga di Matim Dibongkar Massa Atas Perintah Kades, Korban Mengadu ke Polisi

Rumah Melkior saat dibongkar Massa. (Foto: Ist)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Naas dialami Melkior Naas (40), warga Kampung Rentung, Desa Benteng Riwu, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) yang harus kehilangan tempat tinggalnya karena dibongkar massa pada Rabu (04/08/2021) atas perintah kepala Desa Benteng Riwu.


Massa yang datang dengan perlengkapan kerja seperti Parang, Sekop dan Linggis tanpa kompromi langsung membongkar rumah yang ia tempati bersama Istri dan keluarganya.


Tak kuat menjawab massa yang datang, Iapun hanya bisa mengadu ke Polres Matim, berharap aparat bisa mencaritau alasan di balik pembongkaran rumahnya.


“Padahal rumah saya itu di atas tanah pribadi,” katanya.


Kapolres Manggarai Timur, AKBP Nugroho Ari Siswanto melalui Humas Polres Matim Bripka Paulus Wadan membenarkan perihal pengaduan tersebut.


“Belum ada LP, hanya pengaduan, terkait persoalan tanah,” kata Paulus Wadan.


Sementara, Kepala Desa Benteng Riwu, Antonius P. Bugar membenarkan perihal pembongkaran rumah milik Melkior.


Ia berdalih, pembongkaran itu dilakukan atas dasar kesepakatan bersama pemilik rumah, orangtua murid, Kepala Sekolah dan Tu’a Teno. 


“Karena rumah Melkior berada di Tanah Sekolah,” kata Kepala Desa.


Ia menjelaskan bahwa awalnya sudah disepakati oeh pemilik rumah untuk dilakukan pembongkaran. 


“Dia sudah menandatangani surat pernyataan di atas meterai untuk melakukan pembongkaran rumah. Saat melakukan pembongkaran rumah, istri Melkior berada di tempat dan tidak tidak mempersoalkan hal ini karena menurut kami sudah menjadi kesepakatan kita bersama,” katanya.