Iklan

 


Rian Laka
4 Agu 2021, 22.26 WIB
Bunuh DiriHeadlineHukrim

Pria Dua Anak di Ende Ditemukan Tewas Gantung Diri

Polisi saat mengevakuasi Jasad Korban. (Foto: Ist)


Ende, Floreseditorial.com - Warga Dusun Jitapanda, Desa Ekoae, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), digegerkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki dengan posisi tergantung di dahan pohon kemiri.


Informasi dari kepolisian setempat menyebutkan, korban diketahui berinisial JT 25, th. Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh anak kandung korban Bernadus Dilon,  yang saat itu hendak ke kali mati berjarak sekitar 50 meter dari kediaman almarhum.


Saat ditemukan, pada, Selasa (03/08/2021) sekitar pukul 16:00 wita, korban sudah tergantung dengan posisi leher terikat tali di dahan pohon kemiri yang sudah tumbang dengan jarak sekitar 2 meter dari permukaan tanah.


Kapolres Ende AKBP. Albertus Andreana, melaui Kapolsek Wewaria Ipda. Dance Dima saat dikonfirmasi media ini mengatakan, awalnya korban berpamitan untuk pergi ke kebun.


“Korban mengambil parang, yang mana parang tersebut sudah berada dalam sarung parang dan korban langsung membawa parang tersebut dengan menggunakan tali sandang untuk pergi ke kebun yang berjarak sekitar satu kilo meter dari rumah korban dengan berjalan kaki, dan mengikuti jalur jalan yang lebih cepat dengan melewati kali mati di belakang rumah Korban,” kata Ipda Dance.


Sekitar pukul 16.00 Wita, Anak Kandung Korban hendak pergi ke kali mati sekitar 50 Meter di belakang rumah.


“Anaknya kaget melihat Ayahnya yang sudah tergantung, dengan mengunakan tali sandang parang di atas dahan pohon kemiri yang sudah patah,” katanya.


Pada Saat itu, anak korban langsung kembali ke rumah untuk memberitahukan kepada Ibunya, bahwa ayahnya gantung diri di pohon.


Mendengar informasi tersebut, mereka langsung bergegas menuju ke tempat TKP


Setibanya di TKP, istri korban dan anaknya langsung mengambil parang milik korban yang berada di bawah tanah memotong tali sandang yang terikat pada leher korban.


“Setelah tali di potong, korban langsung direbahkan ke tanah, namum kondisi korban saat itu sudah tidak bernyawa lagi,” jelasnya.


Jenazah almarhum lalu dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Mukusaki untuk mendapatkan Visum Et Repertum


“Korban murni bunuh diri dan pihak keluarga juga mengiklaskannya” terang Kapolsek Wewaria.


Diketahui, Korban meniggalkan seorang isteri dan dua orang anak.