Iklan

 


Pankrasius Y. Gandung| <br>Penulis<br>
5 Agu 2021, 21.24 WIB
NewsProyekPUPR Matim

PUPR Matim Bertanggungjawab Atas Jebolnya Saluran Irigasi Akibat Proyek Pelebaran Ruas Jalan Nancang - Bajar

Kantor Dinas PUPR Mamggarai Timur. (Foto:Ist)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Beberapa titik saluran irigasi menuju persawahan warga jebol dan tertimbun tanah akibat proyek pelebaran ruas jalan nancang, kelurahan Mando Sawu, menuju Wae Wake desa Ggolo Rengket, kecamatan lamba leda selatan, kabupaten Manggarai Timur (Matim). 


Proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Matim dengan anggaran sebesar Rp.300 juta itu diketahui dikerjakan secara swakelolah.


Sekertaris dinas PUPR Matim, Yosef H. Yusuf Urus, saat ditemui media ini di ruanga kerjanya, Kamis (05/08/2021), mengatakan, pihaknya akan bertanggungjawab atas dampak kerusakan tersebut.


“Setelah melihat beberapa titik kerusakan, kami siap untuk bertanggung jawab,” katanya.


Menurutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan menurunkan tim guna memperbaiki beberapa titik yang rusak terkena dampak.


Sebelumnya Dua organisasi perangkat daerah (OPD) di kabupaten Matim dan Dua Anggota Dewan perwakilan Rakyat Daerah DPRD Matim meninjau langsung dampak pelebaran ruas jalan ini, Rabu (4/8/2021), kemarin.


Peninjauan ini dilakukan, setelah Floreseditorial.com merilis berita dengan judul Proyek Dinas PUPR Matim Rusak Ratusan Meter Saluran Irigasi ke Persawahan warga, edisi 02 Agustus 2021.


Terpantau media ini, Dua OPD yang turun langsung ke lokasi adalah Dinas pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).


Sementara dua Anggota DPRD dapil Lamba Leda Selatan dan Lamba Leda Timur yang turut hadir saat itu adalah Damu Damianus, wakil ketua dua DPRD Matim dan Bonefasius Asak Jeramat.


Saat ditemui, kepala dinas BPBD Matim, Petrus Sudin, mengatakan, pihaknya telah melihat secara langsung beberapa titik longsor dan akan berkoordinasi dengan dinas PUPR Matim. 


“Karena kita hanya melakukan pengukuran dan perencanaan, sedangkan pelaksanaanya dinas PUPR,” katanya.


Terpisah, wakil ketua DPRD Matim, Damu Damianus, mengatakan, setelah membaca berita Flores Editorial terkait saluran irigasi yang tertimbun dan rusak akibat material penggalian pelebaran jalan ruas Nancang-Bajar, DPRD Manggarai Timur bersama dinas teknis langsung berkoordinasi untuk turun ke lapangan agar bisa melihat dari dekat.


“Hal ini guna dipertimbangkan langkah kongkrit penanganannya secepat mungkin, sehingga petani dan pemilik lahan yang diairi oleh irigasi tersebut tetap bisa menanam pada musim tanam mendatang,” katanya.