Iklan

 


FEC Media | Verified Writer
23 Agu 2021, 18.14 WIB
Ekbis

Restoran Green Chery, Restoran Fusion Mediterania Asia pertama yang Hadir di Labuan Bajo

Salahsatu menu khas Rastoran Green Chery. (Ist) 


Labun Bajo, Floreseditorial.com - Geliat Rosada perekonomian di tengah pandemi secara global mengalami kemerosotan. Hampir semua sektor mengalami dampak negatif akibat pandemic covid-19. Tidak terkecuali di sektor kuliner dan pariwisata. Meski begitu, tidak semua pengusaha atau pelaku pariwista menyerah dengan keadaan. Banyak yang survive di situasi seperti ini. 


Misalnya, Green Chery restoran yang terletak di jalan soekrno Hataa, Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.


Green Cherry Restaurant yang merupakan restoran Fusion Mediterania Asia pertama yang akan mulai di buka pada Rabu (24/08/2021) mendatang ini menawarkan sejumlah makanan gratis dan diskon yang fantastis. Tak tanggung-tanggung, selama satu minggu Green Cherry akan memberikan banyak promo spesial .


“Saat sarapan, gratis coffee/espresso/teh dan saat makan siang atau malam akan diberikan gratis hidangan penutup. Selain itu, cocktail dan mocktail kjuga akan diberi gratsi kepada pelanggan. Dan tentunya akan diberikan diskon 30% untuk semua jenis  makanan dan diskon 15% untuk semua jenis minuman,” jelas Mateus Siagian yang merupakan salah satu pemilik Green Chery kepada media ini pada Minggu (22/08/2021) siang.


Green Cherry Restaurant didirikan atas kerja sama PT. Hidup Manis Asia (PT HMA), pengusaha bidang kuliner yang telah lama dan memiliki banyak cabang di Jakarta, Surabaya, Bali, Singapura; bersama pengusaha yang sudah mendarah daging di Labuan Bajo Matheus Siagian. 


Leonardo dari PT HMA sangat ahli berbagai kuliner Mediterania dan meyakini bahwa masakan Mediterania akan diterima dengan baik oleh masyarakat Labuan Bajo maupun turis yang akan datang. PT HMA memberikan dukungan besar kepada Matheus Siagian agar restoran tersebut dapat beroperasi dengan baik mulai dari design, renovasi, termasuk dengan memberikan pelatihan memasak kepada para calon juru masak restaurant. Management telah diambil alih penuh guna memastikan bahwa standar kualitas mutu restaurant akan menjadi yang terbaik di Labuan Bajo, berangkat dari pengalaman di puluhan cabang di seluruh Indonesia dan juga luar negri mereka optimis tidak akan mengecewakan pecinta kuliner di Labuan Bajo dan akan membawa standar baru di dunia kuliner Manggarai Barat.


Restaurant yang sebelumnya bernama Tree Top ini memilih nama “Green Cherry” sebagai keberlanjutan dari "Tree"/ Pohon yang akhirnya berbuah. Oleh karena itulah di tahun ke-11 buah “Cherry” green karena masih muda. Buah yang baru tumbuh juga sebuah metafora banyak dahan dahan berguguran namun tunas baru akan terus tumbuh. Bagaimana kita bisa optimis tetap semangat dan jangan menyerah menghadapi pandemi ini.


Keberadaan restoran ini akan menjadi salah satu tempat untuk melatih anak anak muda Mabar bekerja agar siap meningkatkan mutu SDM destinasi wisata di Indonesia. Pada pembukaan Green Cherry akan dimulai dengan acara adat Manggarai dilanjutkan dengan live music kemungkinan sasando untuk mengedepankan adat istiadat dan nuansa NTT.


"Merupakan sebuah rasa syukur yang luar biasa besar bagi saya untuk meresmikan restoran ini. Tim Green Cherry tanpa kenal lelah berupaya untuk memberikan yang terbaik agar restaurant ini bisa beroprasi," ujar Matheus Siagian.


Matheus Siagian juga menyampaikan bahwa restoran tersebut juga dapat menjadi showcase kemampuan restauran dalam memberikan nilai tambah terhadap berbagai produk agrikultur lokal (agro processing) kepada masyarakat Mabar. 

Semakin banyak restaurant buka, pastikan untuk membeli produk lokal bila mana tidak ada ajarkan petani untuk menanamnya. Sehingga uang akan berputar secara lokal. 


"Kami ingin memastikan bahwa keberadaan restoran ini akan berkontribusi pada perekonomian Manggarai Barat , khususnya dalam sektor penambahan nilai produk agrikultur, yang akan dilakukan restoran melalui pengolahan berbagai produk agrikultur dari lokal menjadi beragam kuliner khas Mediterania," ungkapnya. 


Lanjut  Mateus, Green Cherry terus berkomitmen untuk terus mempromosikan kebudayaan, kuliner, dan Pariwisata Manggarai Barat keluar. Kedepannya akan ada menu-menu kolaborasi barat dan lokal yang membawa rasa baru di lidah pecinta kuliner nusantara. 


Meteus pun berharap kepada pemerintah untuk mendorong anak-anak muda agar semakin banyak generasi muda Manggarai Barat untuk berusaha kuliner. 


“Semoga PPKM bisa segera berakhir dan industri pariwisata bisa hidup kembali,” tutupnya.

Rencana acara pembukaan Green Cherry tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, teman dan keluarga serta sejumlah pengusaha lokal yang tentu mengikuti protokoler kesehatan. 

Acara tersebut juga menjadi momen promosi Kuliah siap kerja AIC Angkatan pertama di Labuan Bajo yang diselenggarakan oleh AIC dan TJL guna mencetak tenaga kerja siap kerja keluar negeri. Sejumlah perwakilan peserta kuliah Pariwisata AIC dan TJL terpilih turut hadir dalam kegiatan pembukaan restaurant guna menunjukkan kebolehan mereka.


Terkait keberlanjutan penyelenggaraan kuliah pariwisata siap kerja yang pertama kali diselenggarakan AIC Dan TJL pada periode 2021-2022, Direktur TJL menyampaikan harapannya agar banyak yang mendaftar, sehingga 3-4 tahun dari sekarang kita memiliki tenaga pariwisata profesional yang berstandar Internasional.


Sebagai informasi, untuk pembukaan tahap awal kita harus menaati protokol CHSE dan juga membatasi jumlah pengunjung oleh karena itu kami menghimbau agar melakukan reservasi terlebih dahulu.