Iklan

 


Rian Laka
28 Agu 2021, 18.42 WIB
Ekbis

Sembuh dari ‘Sakit Berat’, PDAM Ende Tirta Kelimutu Raih Opini WTP dan Nilai Cukup

Direktur PDAM Ende Tirta Kelimutu, Yustinus Sani. (Foto: FEC Media / Rian Laka)


Ende, Floreseditorial.com - Pasca diaudit dan dinilai oleh Kantor Akuntan Publik dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kinerja perusahan dengan nilai Cukup, PDAM Tirta Kelimutu Ende berhasil sembuh dari ‘sakit berat’ yang hampir nyaris bangkrut. 


Direktur PDAM Ende Tirta Kelimutu, Yustinus Sani, saat ditemui media ini di ruang kerjanya. Sabtu (28/8/2021), siang menjelaskan, Ia tidak pernah menyangka PDAM Ende Tirta Kelimutu akan meraih opini WTP dan Kinerja dinilai cukup, padahal dirinya baru setahun memimpin perusahaan plat merah milik Pemkab Ende itu.


Yustinus menyadari bahwa, saat awal memimpin PDAM Ende, perusahan tersebut dalam kondisi kacau dan nyaris bangkrut. Namun dengan dedikasi dan tanggung jawab yang tinggi, dalam kurun waktu satu tahun, PDAM Tirta Kelimutu Ende, berhasil sembuh.


Yustinus menerangkan, yang mimiliki otoritas memberikan opini WTP adalah Kantor Akuntan Publik Wartono dan Rekan, Solo. Sedangkan, yang berwenang memberikan penilaian kinerja perusahan, baik, cukup dan tidak, secara keseluruhan menjadi kewenangan BPKP Perwakilan Provinsi NTT. 


"Ya kalau secara kewenangan untuk memberikan opini WTP, itu wewenangnya KAP Wartono dan Rekan, Solo. Sedangkan, yang berwenang memberikan hasil penilaian kinerja perusahan, itu kewenangan BPKP Perwakilan NTT,” jelas Yustinus


Ia mengatakan, Akuntan Publik, mengaudit khusus tentang pengelolaan keuangan, sedangkan, BPKP menilai tentang kinerja PDAM Ende. 


“Sehingga, dari hasil pemeriksaan, PDAM Ende, berhasil mendapat Opini WTP dan kinerja dinilai Cukup,” imbuhnya.


Sehingga, Kata Yustinus, dari pemeriksaan yang dilakukan oleh dua lembaga tersebut, PDAM Ende Tirta Kelimutu mendapat nilai cukup dari tiga kriteria penilaian yaitu baik, cukup dan kurang baik.


Menurutnya, objek yang dinilai yaitu sumber daya pelayanan (SDP), ketersediaan sumber daya manusia (KSDM), serta transparansi dalam proses pengelolaan perusahaan tersebut.


 Masih Ada Kendala


Selain itu, Kata Yustinus Sani, sekalipun PDAM Ende Tirta Kelimutu, mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan Kinerja Perusahan dinilai Cukup, Yustinus Sani juga mengakui bahwa masih ada sejumlah kendala yang harus dibenahi.


Menurutnya, salah satu kendala yang belum terpecahkan adalah soal efektivitas penagihan piutang.


Namun, disisi lain, dia mengakui, pada tahun 2020, semua pihak mengalami bencana global yakni, pandemi covid-19. Hal ini pun  sangat memengaruhi sendi ekonomi masyarakat khusysnya para pelanggan PDAM Ende. 


“Sehingga tak heran, pelanggan enggan datang bayar. Tapi pada waktu itu, ada solusi yang saya buat, yakni PDAM lakukan kerja sama dengan Bank NTT. Itu menyebabkan PDAM sedikit mampu keluar dsri kegelisahan ditengah terjangan pandemi covid-19,” Kata Mantan Anggota DPRD Ende Tiga Periode itu.


Selain itu, adapaun kendala lain, seperti peningkatan sumber daya manusia. 


“Karena selama tahun 2020 PDAM Tirta Kelimutu tidak bisa melakukan kegiatan peningkatan SDM, seperti, studi banding, workshop, dan melaksanakan pelatihan bagi karyawan. Karena memang kondisi termasuk pandemi corona yang tak bisa dihindari,” tuturnya.


Untuk itu, Ia menyampaikan terimaksih kepada semua pihak atas berkat dan dukungan pada  PDAM Ende.


“Sebagai Direktur PDAM Ende, mengucapkan berlimbah terima kasih kepada semua pihak yang mendukung PDAM Ende hingga meraih prestasi ini,” tukasnya.