Iklan

 


Rian Laka
5 Agu 2021, 23.41 WIB
NewsPLTU RopaPMKRI Ende

Tak Kantongi Izin Angkut, PMKRI Desak Pemkab Ende Hentikan Proses Pengangkutan Batubara Milik PLTU Ropa

Erikson Rome. (Foto: Ist)


Ende, Floreseditorial.com - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende Santo Yohanes Don Bosco, mendesak Pemerintah Kabupaten Ende, segera menghentikan sementara proses pengakutan batubara dari Mausambi menuju PLTU Ropa.


Ketua PMKRI Cabang  Santo Yohanes Don Bosco Ende, Erikson Rome, kepada floreseditorial.com, Kamis (05/08/2021), menjelaskan proses pengangkutan batubara dari dermaga mausambi menuju kawasan PLTU Ropa yang berjarak sekitar 8 Km sepenuhnya dinilai ilegal karena tak kantongi izin angkut.


“Prosesnya ilegal,” kata ketua PMKRI Ende.


Menurutnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Ende mimiki otoritas  untuk mengeluarkan surat teguran kepada perusahan agar tidak melanjutkan aktivitas pengakutan.


"Apabila tidak segera dihentikan, tentu ini akan berdampak pada bebasnya perusahan dalam menjalankan aktivitasnya tanpa mengurus kelengkapan termasuk izin,” Ujar Erik.


Jika pemerintah tak tegas, tidak heran jika perusahaan cenderung mengabaikan atau tidak memperhatikan aspek lainnya, seperti aspek kesehatan masyarakat, aspek ekonomi masyarakat, lalu lintas pengendara, polusi udara dan lain - lain. 


Kata Erikson, keluhan masyarakat di Kecamatan Maurole terkait aktivitas bongkar muat barubara di mausambi menuju PLTU Ropa, yang mengganggu kehidupan masyarakat sekitar harus menjadi perhatian serius pemerintah.


“PMKRI Cabang Ende mendesak Pemerintah Kabupaten Ende secepatnya menghentikan sementara proses pengangkutan batubara menuju PLTU Ropa,,” tandasnya.


Ia menuturkan, berdasarkan informasi yang dihimpun PMKRI Ende, dampak yang dihasilkan karena proses bongkar muat batubara milik PLTU Ropa itu sudah sangat mengkhawatirkan.


“Di  wilayah sekitar itu sudah terjadi polusi udara, pencemaran lingkungan, pemerintah harus bersikap,” tukasnya.