Iklan

 


FEC Media | Verified Writer
18 Agu 2021, 17.25 WIB
NewsPilkadesTango Molas

Tak Sepaham Jelang Penetapan Cakades, Dua Anggota Panitia Pilkades Tango Molas Mengundurkan Diri

Ilustrasi. (Net)



Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Jelang penetapan bakal calon kepala desa Tango Molas, Kabupaten Manggarai, yang rencananya akan dilakukan pada Kamis, (19/08/2021) besok, dua anggota Pantia Pilkades di desa tersebut mengundurkan diri.


Kedua anggota panitia yang mengundurkan diri adalah Yakobus Jemandan selaku sekretaris Panitia Pilkades Tango Molas dan Yul, selaku staf Pantia Pilkades bidang seksi penerimaan berkas.


Yakobus Jemandan, kepada wartawan menjelaskan, dirinya mengundurkan diri karena dirinya enggan terlibat dalam kepanitiaan Pilkades yang tidak independen dalam mengambil keputusan.


"Awalnya itu karena ijazah pak Yulianus, salah satu Cakades yang hilang. Padahal sudah ada surat keterangan kehilangan ijazah dari Kapolres Manggarai Timur dan dari sekolahnya dulu. Masa surat itu tidak diakui, dan yang bersangkutan hendak digugurkan, dasar kita menggugurkan dia apa?," tanya Yakobus, Rabu (18/08/2021).


Menurutnya, dirinya enggan terlibat dalam  kepanitiaan yang tidak independen dalam mengambil keputusan.


"Saya tidak ingin terlibat dalam kepanitiaan seperti ini, menggugurkan orang tanpa dasar yang jelas, atau mungkin saya yang salah menerjemahkan peraturan bupati (Perbup) terkait Pilkades ini, karena di Perbup menuliskan wajib menunjukkan ijazah asli, dan semua tau kalau Ijazah asli dari pak Yulianus tengah dalam proses hukum dan untuk sementara diganti dengan surat keterangan dari sekolah dan surat keterangan dari pihak kepolisian, namun tidak diakui, Karenanya lebih baik saya undurkan diri," kata Yakobus Jemandan.


Menurutnya, mayoritas anggota panitia, menginginkan agar calon yang menyerahkan surat keterangan kehilangan ijazah dari kepolisian digugurkan. Padahal, jelas - jelas sudah ada surat keterangan dari dua instansi. 


"Nah, surat keterangan kehilangan itu dan surat keterangan dari sekolah asal yang bersangkutan itulah pengganti sementaranya, karena saat ini masalah tersebut masih ditangani pihak kepolisian, masa surat dari kedua lembaga itu tidak diakui panitia?, Ini sudah tidak benar," katanya lagi. 


Sementara, Frans Hadu, ketua Pantia Pilkades Tango Molas, saat dihubungi floreseditorial.com, mengaku belum mengetahui perihal pengunduran diri beberapa anggota panitia Pilkades Tango Molas.


"Saya belum tau, karena belum ada pemberitahuan dari BPD," Kata Frans.


Menurutnya, saat ini, Panitia belum memutuskan siapa yang akan digugurkan dalam kontestasi Pilkades di desa tersebut. Mengingat peraturan bupati tentang batasan calon yang cuma membolehkan lima calon kepala desa, sementara di desa tersebut, ada enam calon yang mendaftar.


Ia menjelaskan, semua calon telah mengantongi kelengkapan berkas.


"Cuma pa Yulianus yang belum lengkap, karena ijazah SMA-nya tidak ada," imbuhnya.


Ia menambahkan, meski pihak Yulianus telah memberikan surat keterangan dari sekolah asalnya dan surat keterangan kehilangan dari pihak kepolisian, pihaknya tidak dapat menjadikan surat tersebut sebagai pengganti ijazah yang hilang.


"Karena perbup menuliskan harus menunjukkan ijazah asli, kami acuannya di Perbup. Apalagi surat dari sekolahnya pak Yulianus itu adalah Surat keterangan siswa, bukan surat keterangan pengganti Ijazah, demikian pula surat keterangan dari polres Matim, itu Surat keterangan kehilangan barang, bukan surat keterangan kehilangan ijazah," tandasnya.


Meski dirinya mengetahui bahwasanya ijazah Yulianus saat ini tengah dalam proses hukum karena diduga sengaja dihilangkan oleh Panitia sebelumnya, dirinya menyebutkan bahwa itu bukan tanggungjawab panitia baru.


"Kami tidak tau kalau urusannya dengan Panitia lama," tukasnya.