Iklan

 


Rian Laka
1 Sep 2021, 14.31 WIB
NewsWisata

Buka Kegiatan Konsultasi Publik Penyusunan RDTR, Bupati Ende : Sektor Pariwisata Jadi Prioritas

Kegiatan Konsultasi Publik I terkait  Penyepakatan Penapisan Pembangunan Berkelanjutan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam Rangka Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang di Kawasan Pariwisata Ende-Kelimutu. (Foto: FEC Media / Rian Laka)



Ende, Floreseditorial.com - Bupati Ende, Djafar Achmad, membuka kegiatan Konsultasi Publik I terkait  Penyepakatan Penapisan Pembangunan Berkelanjutan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLS) Dalam Rangka Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Di Kawasan Pariwisata Ende-Kelimutu, di aula pertemuan Ruang Garuda Selasa (31/8/2021).


Djafar Achmad mengatakan, pembangunan sektor pariwisata saat ini menjadi salah satu prioritas utama, mengingat sektor pariwisata sebagai penggerak utama pembangunan dan penyumbang terbesar sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD).


Pemerintah kabupaten Ende, kata Bupati Djafar, terus melakukan berbagai upaya pengembangan sektor pariwisata dengan pembenahan infrastruktur serta faktor penunjang lainnya termasuk di kawasan wisata Kelimutu.


“Mengingat  di kawasan ini terdapat danau Kelimutu yang merupakan ikon pariwisata Kabupaten Ende,” imbuhnya.


Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi wahana pendorong pertumbuhan kawasan wisata di Kabupatwn Ende dan memberikan double effect terhadap wilayah sekitarnya.

 

Rahmawati Julianti, ST  Msc,  Kasubdit Perencanaan Tata Ruang Provinsi dan Kota Wilayah II, mewakili Direktur Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II Kementrian ATR/BPN dalam arahannya secara virtual  mengatakan, pada tahun 2021, pihaknya akan memberikan bantuan teknis untuk pemerintah Kabupaten Ende dalam penyusunan Rencana Detail Tata Ruang kawasan pariwisata Ende-Kelimutu.


Hal ini mengingat kawasan Kelimutu ini menjadi salah satu potensi yang bisa dikembangkan dan nantinya akan didukung ketersediaan sarana/prasarana yang baik.


Menurut  Rahma,  bantuan teknis ini sebagai upaya mempercepat daerah memiliki rencana detail Rencana Tata Ruang.


Pantauan medi, para peserta yang mengikuti konsultasi publik ini berasal dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah, Tokoh adat dan tokoh masyarakat di Kecamatan Wolowaru, dan sejumlah akademisi.