Iklan

 


FEC Media | Verified Writer
7 Sep 2021, 16.44 WIB
NewsSkandal Seks Lurah Satar PeotViral

Heboh Skandal Seks Lurah Satar Peot, Begini Penjelasan Pemkab Matim

Ilustrasi. (Net)



Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Pemerintah daerah kabupaten Manggarai Timur (Matim) belum mengambil sikap perihal Skandal Seks Lurah Satar Peot yang diketahui menjalin hubungan terlarang dengan seorang wanita yang merupakan istri warganya Sendiri.


Skandal ini terkuak, setelah wanita yang menjadi pasangannya itu mengungkap kepada publik perihal Lurah Satar Peot yang memperdaya dirinya dengan modus mengambil surat keterangan ahli waris untuk menerima Bantuan sosial.


Sekretaris Daerah Kabupaten Matim, Boni Hasudungan Siregar, saat dihubungi Floreseditorial.com, Selasa (07/09/2021) menjelaskan, hingga saat ini, pemerintah daerah kabupaten Matim belum memutuskan langkah apapun terkait kasus yang menimpah lurah Satar Peot.


"Tentu, sebelum mengambil Keputusan, ada beberapa langkah yang harus dilakukan terlebih dahulu," kata Sekda Matim.


Terkait informasi pencopotan Lurah Satar Peot yang kini santer didiskusikan di masyarakat, Mantan Kepala Badan Keuangan Kabupaten Matim itu menjelaskan, informasi tersebut tidak dikeluarkan oleh pemerintah daerah.


"Saya baru tau dari teman-teman wartawan," kata Sekda Boni.


Untuk diketahui, SJ, Lurah Satar Peot, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), flores - NTT, sontak menjadi sorotan karena nekad meniduri, NJ, seorang warganya yang ditinggal suaminya mencari kerja di Kalimantan. 


Apesnya, perbuatan tak terpuji oknum lurah ini menyebabkan NJ hamil, hasil hubungan terlarang dengan pak Lurah.


Untuk memuluskan niatnya, Lurah Satar Peot memaksa NJ untuk mengambil surat keterangan ahli waris calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) di rumahnya.


“Sekitar pukul 19.00, Dia minta istri saya pergi ambil surat keterangan ahli waris calon penerima BLT di rumahnya,” cerita Suami NJ, Jumat (03/09/2021).


Awalnya, kata Suami NJ, istrinya menolak arahan Pak lurah, karena mengambil surat keterangan di rumahnya dan di luar jam kantor.


“Karena istri saya menolak, pak lurah menyuruh seseorang menjemput istri saya, dan istri saya pun pergi bersama orang itu ke kediaman pak Lurah,” katanya.


Berdasarkan penjelasan istrinya, setibanya di kediaman pak lurah, orang suruhan pak lurah lantas meninggalkan istrinya bersama pak lurah sembari mematikan lampu ruangan.


“Saat itulah istri saya disetubuhi pak lurah Satar Peot,” kata suami NJ.


Usai diperlakukan demikian, istrinyapun melaporkan kepada dirinya perihal kejadian itu.


“Karena memang saya sedang berada di kalimantan untuk bekerja,” tuturnya sedih.


Ia menambahkan, awalnya para pihak menyepakati agar masalah tersebut diselamatkan sesuai ketentuan hukum adat Manggarai.


Namun karena Lurah mengingkari kesepakatan adat yang telah disepakati, pihaknya pun melaporkan kejadian tersebut ke Pihak kepolisian setempat.