Iklan

 


FEC Media
15 Sep 2021, 17.03 WIB
HeadlinePantai Cepi WatuWisata

Kritik Tata Kelola Wisata di Manggarai Timur, Lihat Pantai Kok Bayar?

Kawasan Pantai Cepi Watu. (Foto: FEC Media)



Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Pemerintah daerah kabupaten Manggarai Timur (Timur) terus mengencangkan proyek pembangunan fisik di sejumlah lokasi wisata di Kabupaten Matim termasuk pantai Cepi Watu. 


Namun proyek pembangunan fisik ini dinial mengabaikan akidah pariwisata yang sebenarnya.


Kritikan ini dilontarkan oleh Karman, praktisi pariwisata yang selama 20 tahun terakhir menekuni bisnis wisata di Pulau Flores.


Menurutnya, proyek pembangunan Gazebo yang dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten Matim, tidak menambah pesona Pantai Cepi Watu.


"Seharusnya, yang pemerintah lakukan adalah, mengelola Pantai Cepi Watu, agar orang mau ke sana. Misalnya dengan menambahkan beberapa unit Speadboat atau Stand up Paddle di sana, sehingga karena ada Speadboat itulah orang mau berwisata ke sana," kata Karman, Rabu (15/09/2021).


Ia melanjutkan, penambahan beberapa unit Speadboat atau Stand up Paddle tentu akan menambah penghasilan bagi daerah dan daya tarik baru agar orang mau ke Pantai Cepi Watu, "Karena mereka akan membayar retribusi saat menggunakan fasilitas itu," tambahnya.


Saat ini, katanya lebih lanjut, orang berwisata ke pantai Cepi Watu hanya untuk melihat pantai dan pemerintah menagih retribusi pada masyarakat yang datang.


Baca Juga: Gazebo Lama Terbengkelai, Pemkab Matim Kembali Kucurkan 3,3 M Untuk Bangun Gazebo Barudi Pantai Cepiwatu


"Lihat pantai kok bayar, emang itu pantai pemerintah yang buat, sehingga orang datang mandi atau liat harus bayar. Masyarakat baru membayar ketika menggunakan fasilitas yang disediakan pemerintah di dalam lokasi, bukan bayar untuk melihat pantai," katanya.


Di sisi lain, Ia pun turut mengkritisi pemerintah daerah kabupaten Matim yang dinilai telah salah membranding kawasan tersebut.


"Pemerintah telah salah langkah dengan membiarkan beberapa tempat hiburan malam beroperasi di sana, brand Cepi Watu menjadi buruk, akhirnya orang mau ke sana disangka ke cafe," tuturnya.


Untuk membangun citra pariwisata yang baik, lanjutnya, pemerintah perlu membranding kawasan tersebut agar semua orang bisa ke objek wisata pantai Cepi Watu.


"Pindahkan semua cafe ke wilayah luar kota, sehingga Cepi Watu menjadi objek wisata dalam kota Borong yang ramah bagi semua orang," tukasnya.