Lokasi penjualan miras lokal disalah satu sudut pasar Borong, kabupaten Manggarai Timur (Foto: TeamYPF)

FLORESEDITORIAL.COM, BORONG
Sejumlah pedagang Sopi kobok dan Sopi Nta’ur di kabupaten Manggarai Timur (Matim) menyambut baik wacana gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, yang akan melegalkan penjualan minuman keras (Miras) lokal di NTT seperti Tuak Bakok dan Sopi.

Ferdinadus, pedagang Sopi Kobok, asal kampung Kobok kecamatan Kota Komba, kabupaten Manggarai Timur mensyukuri wacana gubernur NTT untuk melegalkan miras lokal ini.

“Terimakasih pak gubernur atas rencana tersebut,” kata Ferdinandus saat ditemui media ini di salah satu sudut pasar Borong, Senin (02/12/2018).

Ferdinandus berujar bahwa, minuman keras lokal seperti Sopi dan Tuak Bakok merupakan bagian dari adat dan kebudayaan orang NTT, khususnya di kabupaten Manggarai.

“Kalau di Manggarai ini, semua persoalan bisa diselesaikan dengan Sopi ini, sopi bisa menyederhanakan persoalan,” kata Ferdinandus.

Selain itu, lanjut Ferdinandus, para penjual miras lokal juga nantinya tidak akan takut menjual produknya karena takut terjaring razia petugas.

“Karena selama ini, dagangan kami seringkali dirazia oleh petugas,” ungkap Ferdinandus.

Kata dia, wacana gubernur NTT yang ingin melegalkan minuman keras lokal merupakan wujud keberpihakan gubernur NTT pada para pelaku industri kecil dan menengah.

“Anak-anak kami bisa sekolah karena hasil menjual sopi dan tuak bakok” tutur Ferdinandus.

Namun demikian, Ferdinandus berharap agar wacana melegalkan miras lokal harus diikuti dengan pengawasan yang baik.

“Sehingga bisa diawasi secara baik dan bisa memberikan kontribusi bagi pendapatan hasil daerah,” tukasnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan Lukas Matur, pedagang Sopi Nta’ur yang juga sering menjajakan dagangannya di pasar Borong.

Lukas berujar bahwa, wacana tersebut merupakan kado terindah menjelang perayaan natal dan tahun baru dari gubernur NTT bagi para pedagang Sopi Nta’ur.

“Ini adalah kado Natal dan Tahun baru bagi kami pedagang sopi Nta’ur. Terimakasih pak Gubernur,” kata Lukas.

Untuk diketahui, Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur akan melegalkan minuman keras produksi lokal NTT.

Viktor menegaskan, jika ada yang mau larang untuk memproduksi minuman keras lokal, berarti dia adalah penjahat ekonomi yang ingin menjajah warga, karena tidak ingin produk lokal berkembang.

“Kita harapkan ke depan kita punya industri pengolahan minuman keras lokal ini bisa bertumbuh dengan baik dan kita akan lihat NTT bangkit dan rakyat menjadi sejahtera,” tandasny

Kebijakan melegalkan miras lokal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa akan diolah secara baik.

Terhadap kebijakan melegalkan miras lokal ini, pihak Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur menyatakan mendukung penuh.

Seperti dilansir tewenews, Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman melalui Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast pihak Kepolisian Daerah NTT mendukung rencana dan kebijakan Gubernur itu.

“Pada prinsipnya, Polda NTT mendukung sikap dan kebijakan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat untuk mengatur peredaran minuman keras produksi lokal NTT dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Jules.

Laporan : Yon Sahaja

Komentar Anda?

1 KOMENTAR

  1. Selamat dan proficiat untuk Bpk. Gubernur NTT.
    Saya Selvianus Hadun warga Ntaur desa Sanolokom. Saya sangat setuju jika salah satu program kerja Gubernur NTT adalah melegalkan penjualan minuman keras traditional (moke putih dan sopi). Ada beberapa alasan:
    1. Begitu banyak warga Ntaur yang menyekolahkan anaknya dengan menjual moke putih dan sopi. Bila minuman ini dilarang untuk dijual maka banyak warga yang tidak sekolah, angka pengangguran semakin meningkat, pertumbuhan perkonomian daerahpun terus tidak meningkat.

    Daerah menerbitkan aturan dan regulasi penjualan.
    Kalau bisa Daerah mengelolah langsung dengan membuat suatu perusahaan minuman traditional ini. Atau mungkin daerah bisa mempercayai pemilik modal untuk mengelolah minuman traditional ini serta memberikan label . Sehingga minuman ini bisa diexpor ke luar daerah dengan harga Mahal. Hasil dari itu yang jelas Daerah mendapatkan Pajak Perusahaan. Automatic menambah PAD. Jumlah pengangguranpun decrease, Karena perusahan bisa mempekerjakan warga.
    Dampak dari penjualan minuman traditional ini:
    a. PAD bertambah.
    b. Pengangguran berkurang
    c. Perekonomian daerah terus bertumbuh.
    d. Pendidikan warga semakin membaik.

Comments are closed.