Beranda Ende Diduga Pembagian Rastra Dipolitisasi, Pemkab Berutang 3,5 Milyar Di Bulog Ende

Diduga Pembagian Rastra Dipolitisasi, Pemkab Berutang 3,5 Milyar Di Bulog Ende

0
BERBAGI
Aceng Nurdin,Kepala Sub Drive Bulog Ende

Ende, Floreseditorial.com- Munculnya sejumlah isu dan informasi di masyarakat Kabupaten Ende bahwa diduga pembagian Rastra sedang dipolitisasi oleh kandidat tertentu.

Berdasarkan hal itu, Kepala Bulog Ende mengakui bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ende belum mampu melunasi tunggakan hutang sebesar Rp.3.553.419.120 Milyar di Bulog Ende.

Demikian hal ini diungkapkan oleh Kepala Bulog Ende kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya pada, Jumat, (13/4/18).

Ia mengatakan, tunggakan hutang itu terjadi sejak tahun 2015, 2016, dan 2017 berkaitan pembayaran beras jatah bagi para ASN di lingkup Pemkab Ende sudah memasuki tiga (3) tahun dengan total tunggakan hutang mencapai Rp. 3.553.419.120 Milyar.

Ia menegaskan,bahwa jangan sampai ada pihak-pihak yang secara sengaja melakukan politisasi terhadap bantuan tersebut, dan jika benar adanya maka kami sangat sesalkan terkait isu tersebut.

“kami pada dasarnya akan berusaha memberikan pelayanan secara baik, dan tentunya kami sangat berharap Pemda Kabupaten Ende dapat segera mungkin memenuhi Kewajiban dengan melunasi hutang-hutang yang sudah memasuki tahun ke 3 dan apabila ada perubahan, maka bulog tetap mengunakan aturan BUMN”, tegas Kepala Bulog Ende

Lebih lanjut, kata Aceng untuk Kecamatan Ende dengan jumlah penerima sejumlah 1.913 orang serta jatah beras sejumlah 57.309 kg.

Kecamatan Ende Selatan penerima beras rastra sejumlah 812 dan jatah beras sejumlah 24.360 kg.

Kecamatan Ende Utara dibagi untuk 1.054 orang dengan jatah beras sejumlah 31.620 kg.

Selain itu, Kecamatan Ende Timur dengan penerima 649 orang dan menerima jatah beras rastra sejumlah 99.470 kg dan Ende Tengah jumlah penerima beras rastra sejumlah 388 orang dengan jatah beras rastra sejumlah 11.640 kg.

Untuk Kecamatan Ende Timur, penerima beras rastra sejumlah 668 orang serta jatah beras rastra sejumlah 20.040 kg”, jelas Aceng.

Aceng menyampaikan, bahwa jatah beras rastra yang disalurkan itu terhitung untuk tiga bulan awal yaitu periode Januari dan Februari sampai Maret.

Dirinya juga berharap dengan mulai disalurkan jatah beras rastra kepada para penduduk atau penerima yang ada di Kabupaten Ende, semoga dapat membantu mengurangi beban keperluan pangan masyarakat, terutama beras boleh terpenuhi.

Lanjut dia, program tersebut murni bantuan, sehingga jika ada pihak-pihak yang menungangi program tersebut sebagai salah satu senjata, maka itu sangat disesalkan.

Sampai saat ini, masyarakat Kabupaten Ende juga sudah Paham apa yang dimaksud dengan bantuan sosial maupun Rastra.

Menurutnya, sebab beras raskin pada dasarnya diperuntukan bagi warga yang tidak mampu, namun faktanya tidak seprti itu.

Ia membeberkan, sampai saat ini juga ada tujuh (7) Kecamatan yang belum memdroping Rastra di antaranya, Kecamatan Maukaro, Ndona Timur, Wolowaru, Kota Baru,
Detukeli, Wewaria, Kalisoke, yang masih belum dan direncanakan akan segera didrop pada hari Senin mendatang.

Lanjut aceng, sedangkan untuk Kecamatan Ndona Timur, pihak Kecamatan masih melakukan rapat bersama, sehingga kita menunggu koordinasi dari mereka juga.

Laporan :Rian
Editor : Hardy Sungkang

Comments

comments

loading...

Tinggalkan Balasan