Rupiah Berpotensi Melemah Seiring Pengumuman Hasil RDG BI

- Selasa, 24 Mei 2022 | 10:36 WIB
Ilustrasi - Pegawai menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU/aa
Ilustrasi - Pegawai menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU/aa

Floreseditorial.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa berpotensi melemah seiring pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Selasa siang nanti.

Rupiah pagi ini bergerak menguat 11 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp14.661 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.672 per dolar AS.

"Rupiah mungkin bisa melemah hari ini terhadap dolar AS karena sentimen BI dan inflasi," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Baca Juga: BNI Tuntaskan Dua Aksi Korporasi, Salah Satunya Ambil Alih Bank Mayora

Para analis memperkirakan BI akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya hari ini yang bisa mempersempit jarak dengan suku bunga The Fed.

Bank Indonesia menggelar pertemuan selama dua hari pada Senin (23/5/2022) kemarin dan Selasa ini.

Sebelumnya, dalam RDG BI pada 18-19 April 2022 lalu, bank sentral memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuan alias BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DDR) di level 3,5 persen.

Selain itu, lanjut Ariston, harga komoditas yang masih meningkat karena situasi di Ukraina bisa mendorong ekonomi global masuk ke pelambatan ekonomi.

Baca Juga: Rupiah Akhir Pekan Menguat, Seiring Pemerintah Buka Kembali Ekspor CPO

Halaman:

Editor: Aris Yudhivan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PLN Ajak Masyarakat Migrasi Energi Minyak Ke Listrik

Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:59 WIB
X