Emas Terdongkrak 5,7 Dolar AS Karena "Greenback" Melemah Tajam

- Selasa, 24 Mei 2022 | 10:50 WIB
Ilustrasi - Seorang petugas memperlihatkan emas batangan produksi PT Antam di Jakarta. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ss/ama/aa.
Ilustrasi - Seorang petugas memperlihatkan emas batangan produksi PT Antam di Jakarta. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ss/ama/aa.

Floreseditorial.com - Emas menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), mencatat kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut, karena pelemahan dolar terus mendukung logam kuning yang dihargai dalam greenback, bahkan ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS yang meningkat membatasi kenaikannya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 5,7 dolar AS atau 0,31 persen, menjadi ditutup pada 1.847,80 dolar AS per ounce.

Emas membukukan kenaikan mingguan 1,8 persen pekan lalu, mengakhiri kerugian empat pekan yang merupakan penurunan mingguan terpanjang sejak 17 Agustus 2018.

Baca Juga: BNI Tuntaskan Dua Aksi Korporasi, Salah Satunya Ambil Alih Bank Mayora

Emas berjangka menguat 0,9 dolar AS atau 0,05 persen menjadi 1.842,10 dolar AS pada Jumat (20/5/2022), setelah melonjak 25,3 dolar AS atau 1,39 persen menjadi 1.841,20 dolar AS pada Kamis (19/5/2022), dan melemah tiga dolar AS atau 0,16 persen menjadi 1.815,90 dolar AS pada Rabu (18/5/2022).

Dolar, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, turun pada Senin (23/5/2022) setelah mencatat kerugian mingguan pertama dalam hampir dua bulan.

Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun menguat setelah penurunan beruntun tiga sesi.

Baca Juga: BNI Tuntaskan Dua Aksi Korporasi, Salah Satunya Ambil Alih Bank Mayora

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 1,04 persen menjadi 102,0760.

Halaman:

Editor: Aris Yudhivan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PLN Ajak Masyarakat Migrasi Energi Minyak Ke Listrik

Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:59 WIB

Penerbangan Umrah Mulai Bergairah Di Tengah Pandemi

Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:48 WIB
X