Bahlil Kejar Proyek Yang Dapat Insentif Guna Capai Target 2022

- Kamis, 7 Juli 2022 | 08:55 WIB
Presiden Joko Widodo (keempat kiri) menekan tombol didampingi Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia (ketiga kiri) saat "groundbreaking" proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Kawasan Industri Tanjung Enim, Tanjung Lalang, Tanjung Agung, Muara E
Presiden Joko Widodo (keempat kiri) menekan tombol didampingi Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia (ketiga kiri) saat "groundbreaking" proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Kawasan Industri Tanjung Enim, Tanjung Lalang, Tanjung Agung, Muara E

Floreseditorial.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pihaknya akan terus mengejar eksekusi proyek-proyek yang sudah mendapatkan fasilitas insentif fiskal tax holiday demi mencapai target investasi Rp1.200 triliun pada 2022.

"Kami di 2021 kenapa bagus, karena ada (eksekusi) investasi mangkrak. Di 2022, kami sudah menyiapkan langkah strategis, di antaranya mengeksekusi investasi yang sudah dapat fasilitas insentif tax holiday, totalnya sekitar Rp1.300 triliun," katanya kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Kamis.

Sejumlah proyek investasi yang telah mendapatkan fasilitas insentif tax holiday tersebut hingga kini belum terealisasi karena terkendala masalah perizinan, lahan, masalah di masa konstruksi hingga financial closing di bank.

Baca Juga: Kita Harus Siapkan Pelaku Seni Masuk Ke Dalam Pasar Digital

Kementerian Investasi terus melakukan pendampingan secara end to end agar investasinya bisa segera terealisasi.

Menurut Bahlil, upaya yang dilakukan itu ibarat permainan sepakbola untuk bertahan dan menyerang. Dengan kata lain, selain mencari investasi dari luar negeri, pemerintah juga mendorong realisasi investasi yang sudah masuk di dalam negeri.

"Kondisinya itu seperti main bola, seperti Juventus, bertahan dan menyerang," katanya. Bahlil pun masih optimistis target realisasi investasi pada 2022 sebesar Rp1.200 triliun akan tercapai.

Baca Juga: BP2MI Berangkatkan 207 Pekerja Migran Indonesia Ke Korea Selatan

"Sampai dengan kuartal IV, insya Allah tercapai," katanya. Hal itu disampaikan Bahlil merespons pertanyaan soal proyeksi pertumbuhan ekonomi di sisa 2022 yang dinilai masih cukup berat, khususnya karena ada peningkatan kasus COVID-19 dan gejolak global.

Halaman:

Editor: Redaksi FEC Media

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jalan Panjang Menuju Bebas Defisit Pangan

Selasa, 27 September 2022 | 13:25 WIB

Mengendalikan Inflasi Dari Lahan Bekas Tambang Di Babel

Senin, 19 September 2022 | 14:23 WIB
X