Pertamina Selidiki Penyebab Rembesan BBM Di Jalur Pipa Cilacap-Bandung

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 18:42 WIB
Pekerja dari PT Hutama Karya (Persero) dan PT Timas Suplindo selaku pelaksana proyek pipa BBM Cilacap-Bandung (CB)
Pekerja dari PT Hutama Karya (Persero) dan PT Timas Suplindo selaku pelaksana proyek pipa BBM Cilacap-Bandung (CB)

Floreseditorial.com - Pertamina hingga saat ini masih menyelidiki penyebab terjadinya rembesan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sekitar lokasi proyek pipa BBM Cilacap-Bandung (CB) 3, Dusung Lengkong, Desa Jeruklegi Kulon, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

"Kami bersama pihak Kerja Sama Operasional (KSO) PT Hutama Karya (Persero) dan PT Timas Suplindo selaku pelaksana proyek pipa CB 3 masih melakukan investigasi terhadap penyebab rembesan itu," kata Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Brasto Galih Nugroho di Cilacap, Sabtu siang.

Pihaknya telah melokalisasi area rembesan yang dilanjutkan dengan penggalian tanah untuk mencari titik kebocoran pada pipa BBM yang rembes untuk dilakukan perbaikan. rembesan yang terjadi pada Rabu (3/8) dini hari tersebut diketahui berasal dari pipa CB 1.

Baca Juga: Kemenparekraf Sajikan 11 Menu Khas Keraton Mangkunegaran Di IWTCF 2022

"Pipa CB 1 dan CB 2 yang ada saat ini merupakan pipa multifungsi. Pipa tersebut dapat digunakan untuk menyalurkan gasoline (Pertalite, Pertamax, dan sebagainya) maupun gasoil (Solar, Dex, dan sebagainya) secara bergantian dari Cilacap menuju Bandung," katanya. Karena terjadi rembesan, lanjutnya, penyaluran BBM dari Cilacap menuju Bandung dialihkan melalui jalur pipa CB 2.

Terkait dengan jenis BBM yang rembes dan mengotori Sungai Jambu di Dusung Lengkong, Brasto mengatakan hal itu terdiri atas dua jenis yakni gasoil dan gasoline.

"Kebetulan masih ada sisa-sisa gasoil yang ikut keluar bersama gasoline karena memang pipa tersebut multifungsi," katanya.

Baca Juga: Kemenkop Dan PTI Inisiasi Pameran Hasil Karya Penyandang Disabilitas

Menurut dia, Pertamina telah berupaya melakukan penanganan terhadap dampak rembesan BBM tersebut terhadap lingkungan, salah satunya dengan melokalisasi dan menyedot BBM yang mengotori Sungai Jambu.

Selain itu, kata dia,  PT Hutama Karya (Persero) juga telah membuka posko pengaduan di Markas Kepolisian Sektor Jeruklegi. "Posko tersebut mulai dibuka hari ini (6/8). Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan dan sebagainya terkait dengan rembesan BBM tersebut, silakan untuk datang langsung ke posko," kata Brasto.

Sementara itu Deputi Construction Manager PT Hutama Karya (Persero) Darmawan Setiadi mengatakan pihaknya telah menggali area rembesan BBM dengan menggunakan ekskavator.

"Targetnya hari ini (6/8) atau paling lambat besok (7/8) sudah akan dilakukan penutupan lubang itu. Jadi pipanya sudah ketemu, area sudah kami lokalisasi, sudah kami gali dengan ekskavator, rencana penambalannya 1-2 hari ini paling lambat, kami maksimalkan," katanya.

Editor: Maria H.R Waju

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penerbangan Umrah Mulai Bergairah Di Tengah Pandemi

Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:48 WIB

Kemenparekraf Beri Bimtek 100 Pelaku Ekraf Kuliner

Selasa, 9 Agustus 2022 | 13:10 WIB

BUMN Berkontribusi Sepertiga Perekonomian Indonesia

Senin, 8 Agustus 2022 | 10:38 WIB

Minyak Atsiri Bagian Penting Dari Wisata Kebugaran

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 18:53 WIB

Inflasi Pangan Tetap Tinggi Di AS Dan Eropa

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 18:47 WIB
X