Harga Minyak Jatuh 2 Persen, Dipicu Gangguan Pasokan Teluk Meksiko AS

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 08:00 WIB
Ilustrasi - Pengunjung datang ke rig Petrobas lepas pantai di Santos, Brazil .
Ilustrasi - Pengunjung datang ke rig Petrobas lepas pantai di Santos, Brazil .

Floreseditorial.com - Harga minyak anjlok sekitar dua persen pada akhir perdagangan Sabtu (Minggu pagi WIB) di tengah ekspektasi bahwa gangguan pasokan di Teluk Meksiko AS akan bersifat jangka pendek, sementara kekhawatiran resesi mengaburkan prospek permintaan.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober merosot 1,45 dolar AS atau 1,5 persen, menjadi menetap di 98,15 dolar AS per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman September terpangkas 2,25 dolar AS atau 2,4 persen, menjadi ditutup di 92,09 dolar AS per barel.

Untuk minggu ini, harga Brent naik 3,4 persen minggu ini setelah jatuh 14 persen minggu lalu di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan inflasi dan suku bunga akan memukul pertumbuhan ekonomi dan permintaan bahan bakar. Sementara itu WTI naik 3,5 persen.

Baca Juga: BI NTT Targetkan Untung Rp1,6 Miliar Dalam Festival Exotic Tenun 2022

Kedua kontrak naik lebih dari 2,0 persen pada Kamis (11/8/2022). "Kami mundur sedikit setelah kenaikan besar kemarin," kata Phil Flynn, seorang analis di grup Price Futures.

Para awak diperkirakan akan mengganti bagian pipa minyak yang rusak pada akhir Sabtu (13/8/2022) kata seorang pejabat pelabuhan Louisiana, yang memungkinkan dimulainya kembali produksi di tujuh anjungan minyak lepas pantai Teluk Meksiko AS.

Pada Kamis (11/8/2022), produsen minyak utama Teluk Meksiko AS Shell mengatakan pihaknya menghentikan produksi di tiga anjungan laut dalam di wilayah tersebut. Ketiga anjungan tersebut dirancang untuk menghasilkan gabungan hingga 410.000 barel minyak per hari.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Tipis, Menuju Kenaikan Mingguan Di Tengah Isu Resesi

Pipa Amberjack, salah satu dari dua yang dihentikan karena kebocoran, telah dimulai kembali dengan kapasitas yang berkurang, kata juru bicara Shell Cindy Babski. Pipa Mars tetap offline tetapi diperkirakan akan kembali beroperasi pada Sabtu (13/8/2022), katanya.

Halaman:

Editor: Maria H.R Waju

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jalan Panjang Menuju Bebas Defisit Pangan

Selasa, 27 September 2022 | 13:25 WIB

Mengendalikan Inflasi Dari Lahan Bekas Tambang Di Babel

Senin, 19 September 2022 | 14:23 WIB
X