Kementerian ESDM-IEA Luncurkan Peta Jalan NZE Sektor Energi Indonesia

- Sabtu, 3 September 2022 | 10:31 WIB
Kementerian ESDM bekerja sama dengan International Energy Agency (IEA) meluncurkan Peta Jalan Net Zero Emission (NZE) Sektor Energi Indonesia pada 2060.  Kerja sama tersebut merupakan wujud komitmen Indonesia sebagai bagian dari komunitas global dalam aksi mitigasi perubahan
Kementerian ESDM bekerja sama dengan International Energy Agency (IEA) meluncurkan Peta Jalan Net Zero Emission (NZE) Sektor Energi Indonesia pada 2060. Kerja sama tersebut merupakan wujud komitmen Indonesia sebagai bagian dari komunitas global dalam aksi mitigasi perubahan

Floreseditorial.com - Kementerian ESDM bekerja sama dengan International Energy Agency (IEA) meluncurkan Peta Jalan Net Zero Emission (NZE) Sektor Energi Indonesia pada 2060.

Kerja sama tersebut merupakan wujud komitmen Indonesia sebagai bagian dari komunitas global dalam aksi mitigasi perubahan iklim.

"Apresiasi tinggi saya kepada IEA atas hasil kolaborasi dalam pembuatan trajectory aksi mitigasi yang tepat, tidak hanya di sektor listrik, tetapi juga di sektor permintaan," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif saat peluncuran Peta Jalan NZE 2060 Sektor Energi Indonesia di hadapan peserta sidang Energy Transitions Ministerial Meeting (ETMM) di Nusa Dua, Bali, Sabtu. 

Baca Juga: Modus Ajak Main Bersama, Seorang Pemuda di Kupang Cabuli Anak-Anak di Bawah Umur

Hasil pemodelan Indonesia dan IEA, menurut Menteri Arifin, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, kedua belah pihak telah berhasil mengidentifikasi beberapa aksi mitigasi di antaranya pengembangan energi terbarukan secara masif dengan fokus pada surya, hidro dan panas bumi, penghentian bertahap (phase down) pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU), penggunaan teknologi rendah emisi seperti pengembangan super grid untuk meningkatkan konektivitas dan carbon, capture, utilization, and storage (CCS/CCUS).

Konversi kendaraan listrik dan penerapan peralatan efisiensi energi untuk sektor industri, transportasi dan bangunan, serta penggunaan energi baru seperti nuklir, hidrogen, dan amonia.

Di samping itu, pemerintah menegaskan bahwa tambahan pembangkit listrik setelah 2030 hanya berasal dari energi baru dan terbarukan (EBT).

Baca Juga: Sungjae BTOB Drama Terbaru The Golden Spoon, Segera Tayang 23 September!

"Mulai 2035 akan didominasi oleh variable renewable energy (VRE), sedangkan pembangkit listrik tenaga nuklir akan masuk sistem pada 2049," jelasnya.

Halaman:

Editor: Maria H.R Waju

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X