Kementerian Perindustrian: Perlu Percepatan Implementasi Industri 4.0

- Senin, 31 Oktober 2022 | 15:05 WIB
 Kepala Badan Stadardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Doddy Rahadi
Kepala Badan Stadardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Doddy Rahadi

Floreseditorial.com - Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian menyatakan perlunya percepatan implementasi industri 4.0.

Kepala BSKJI Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi menyatakan Kemenperin telah menginisiasi program Making Indonesia 4.0 melalui optimalisasi teknologi industri untuk mewujudkan pembangunan sektor industri yang mandiri, berdaulat, maju, berkeadilan, dan inklusif.

"Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan percepatan dalam implementasi teknologi 4.0 dalam proses produksi pada industri dalam negeri,” kata Doddy dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Baca Juga: Carlo Ancelotti Salahkan Wasit Sebab Real Madrid Gagal Kalahkan Girona

Menurut dia, keberhasilan penerapan program Making Indonesia 4.0 membutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.

"Penerapan Making Indonesia 4.0 memerlukan dukungan kebijakan pemerintah yang holistik sebagai pilar penting dalam keberhasilan implementasi kebijakan ekonomi digital dan Industri 4.0," ujarnya dalam kegiatan Business Gathering yang digelar Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri (BBSPJPPI) Semarang, Jawa Tengah.

Selain itu, lanjutnya, juga ketersediaan dan kualitas infrastruktur digital, kesiapan regulasi, ketersediaan SDM unggul, dan akses permodalan, serta kematangan konsumen sebagai pilar penting ekonomi digital 4.0.

Baca Juga: Kemenhub Teken Kerja Sama Proyek Proving Ground dengan Skema KPBU

Untuk itu, Doddy mengamanatkan agar seluruh Satuan Kerja di bawah BSKJI harus aktif dalam melakukan optimalisasi teknologi di instansi masing-masing dan mencari alternatif teknologi dengan harga terjangkau guna menjawab kebutuhan dan permasalahan pada industri, laboratorium lingkungan, serta pada penaatan regulasi guna mengantisipasi perkembangan kebutuhan industri ke depan.

Halaman:

Editor: Maria H.R Waju

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X