Ekososbud

Sabtu, 4 Januari 2020 - 11:09 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Ekowisata Mangrove yang terletak di Kecamatan Borong (Foto: Istimewa)

Ekowisata Mangrove yang terletak di Kecamatan Borong (Foto: Istimewa)

67 Persen Masyarakat Setuju Terhadap Pengembangan Ekowisata Mangrove Muara Borong

Floreseditorial.com, Borong – Ekowisata Mangrove yang terletak di Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur memiliki luas 9 Ha. Secara umum konsep wisata yang ditawarkan ekowisata mangrove di kecamatan Borong ini sama dengan wisata mangrove di daerah lain.

Pengunjung dapat menikmati ekosistem mangrove baik dengan berjalan sepanjang trek yang disediakan maupun menggunakan perahu. Pengunjung yang berwisata ke ekowisata mangrove di kecamatan Borong sebagian besar berasal dari Dari Kota Borong dan Kabupaten Manggarai Timur. Sedangkan pengunjung dari luar kota berasal dari Kota Ruteng dan Labuan Bajo.

Menjelang sore hari banyak pengunjung yang datang dari kalangan pelajar. Karena kawasan mangrove ini dekat dengan SMA/SMP. Ekowisata mangrove ini merupakan lokasi favorit bagi mereka untuk berfoto yang nantinya akan di unggah pada sosial media.

Hal yang mendasari pengunjung dari luar kota datang ke ekowisata Mangrove ini karena, wisata ini merupakan wisata yang baru dan unik bagi masyarakat dan hanya ada di kota Borong tepatnya di kawasan kelurahan Rana Loba.

Hal yang mendasari lainnya yaitu ekowisata ini cukup populer di sosial media apalagi dengan adanya jembatan Kali wae Reca untuk melihat lebih dekat tanaman mangrove dan bagus untuk foto bahkan dari informasi yang didapat banyak pengunjung yang memanfaatkan keindahan ekowisata mangrove ini untuk foto preweding.

Baca juga: Pius Rengka Akui Kondisi Hutan Mangrove Di Borong Tidak Separah Yang Diberitakan

Pengunjung juga dapat duduk santai, mengobrol dan melihat pemandangan. Ekowisata ini merupakan jenis wisata berbasis alam yang baru dikembangkan di kecamatan Borong. Keunikan yang menjadi daya tarik tersendiri di ekowisata mangrove ini adalah lokasi wisata ini merupakan wisata mangrove yang dikelola oleh pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Timur.

Hal ini membuat ekosistem mangrove yang ada di ekowisata mangrove beragam mulai dari mangrove yang membentuk hutan hingga ekosistem muda dapat dinikmati oleh pengunjung.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Robertus Habur dan Mareta Karlin Bonita
Mahasiwa fakultas Ilmu Kehutanan Universitas Nusa Tenggara Barat pada Januari hingga Februari 2019 menunjukan data bahwa Upaya pengembangan Ekowisata Mangrove menguak fakta bahwa Lebih dari 57% responden bersedia untuk terlibat dalam pengembangan ekowisata Mangrove muara Borong.

Sumber : Dokumen penelitian
Mahasiwa fakultas Ilmu Kehutanan Universitas Nusa Tenggara Barat

Pendapat responden terhadap dukungan
pemerintah terhadap ekowisata Mangrove cukup tinggi. Hal ini terlihat bahwa lebih dari 66% responden setuju bahwa pemerintah telah memberikan dukungan terhadap pengembangan ekowisata mangrove.

Sumber : Dokumen penelitian
Mahasiwa fakultas Ilmu Kehutanan Universitas Nusa Tenggara Barat

Terkait pendapat responden apakah ekowisata mangrove membantu perekonomian secara keseluruhan adalah sangat baik.

Sumber : Dokumen penelitian
Mahasiwa fakultas Ilmu Kehutanan Universitas Nusa Tenggara Barat

Hal ini terlihat dari data bahwa 63 % dari responden menyatakan setuju bahwa ekowisata mangrove
mempunyai prospek untuk membantu perekonomian masyarakat.

Laporan: Andre Kornasen

Artikel ini telah dibaca 1240 kali

Baca Lainnya
x