Ekososbud

Selasa, 27 Agustus 2019 - 09:59 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Pemkab Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur, menjalin kerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang (Foto: Matim Humaspro)

Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Pemkab Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur, menjalin kerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang (Foto: Matim Humaspro)

Bangun Potensi Ekonomi Daerah, Pemkab Matim Gandeng LP2M Undana Kupang

Floreseditorial.com, Borong – Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Pemkab Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur, menjalin kerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, terkait pengembangan potensi daerah di Kabupaten Manggarai Timur yang dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD).

Kegiatan Pemkab Matim melalui Dinas Perdangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dengan LP2M Undana Kupang bersama beberapa Organisasi Prangkat Daerah terkait diikuti oleh pemerhati UKM, pelaku UKM, mitra UKM seperti Bank dan Koperasi dan media, dilaksanakan di gedung Sentra Industri Kecil Menengah (IKM), Golo Lada, Borong, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Selasa 27/08/2019.

Ketua Tim LP2M Undana Kupang, DR,Ir, Yohanis Ly, M.Sc, saat sambutan pembukaan mengatakan kegiatan yang dilaksanakan bertujuan memberikan informasi kepada stakeholders mengenai komoditas/produk/jenis usaha (KPJU) yang potensial untuk menjadi unggulan daerah yang sedang atau akan dikembangkan oleh para pelaku usaha mikro kecil, menengah (UMKM) di Kabupaten Manggarai Timur, skaligus penyumbang KPJU untuk Provinsi NTT.

“Saya mohon peserta FGD untuk peran aktif dalam kegiatan ini, demi terjawab dengan baiknya tujuan kegiatan ini. Peran aktif dimaksud adalah bisa memberikan pendapat secara terbuka sesuai kenyataan pada FGD ini”, Ucap Dosen Undana itu.

Selain itu, pihaknya juga meminta peserta kegiatan untuk berpendapat melalui koesioner. “Bagi peserta kegiatan yang enggan memberikan pendapat secara terbuka saat FGD ini, kami siapkan formulis koesioner untuk meluapkan pendapatnya. Hal ini kami lakukan agar semua pikir peserta dapat terserap dengan baik”, ujarnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Ir. Boni Hasudungan, yang hadir mewakili Bupati Matim dan memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan itu mengatakan, peserta kegiatan hendaknya sedapat mungkin mengikuti kegiatan dengan maksimal.

“Saya minta peserta kegiatan ikuti kegiatan dengan aktif agar hasilnya dapat bermanfaat bagi daerah ini”, ujar sang Sekda.

Selain itu, Sekda Matim juga meminta, agar keikutsertaan peserta kegiatan mampu mengangkat potensi daerah yang potensial untuk dibahas dan dapat dikelolah dan dikemas menjadi potensi daerah yang berkualitas”, pintanya.

Laporan : Yopie Moon

Artikel ini telah dibaca 158 kali

Vidio Populer
Baca Lainnya