Ekososbud

Jumat, 31 Januari 2020 - 11:57 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melakukan sinkronisasi program kerja dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), di Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020.

Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melakukan sinkronisasi program kerja dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), di Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020.

BOPLBF Sinkronkan Program Kerja Bersama Kemenkop UKM

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Dalam rangka mempersiapkan SDM andal di bidang kepariwisataan, Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melakukan sinkronisasi program kerja dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), di Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020.

Seiring dengan ditetapkannya Labuan Bajo sebagai Destinasi Wisata Super Premium, BOPLBF bersama Kemenparekraf saat ini telah menyiapkan sejumlah program pelatihan dan pendampingan sebagai upaya menciptakan SDM unggul dibidang kepariwisataan.

Rapat sinkronisasi tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Jasa dan Aneka Usaha Kemenkopukm; Eko Adi Priyono, Kasubid Non Kerajinan Kemenkopukm; Kustri Winda, Kepala Bidang Industri Kreatif Kemenkopukm; Suryanti dan Kepala Divisi Industri dan Kelembagaan BOPLBF; Wisjnu Handoko.

Pembahasan beberapa program kerja tersebut antara lain dengan mengadakan berbagai pelatihan dan pendampingan bagi sekitar 230 UKM di Labuan Bajo, sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan mutu, serta mempersiapkan dan memperkuat kapasitas SDM kepariwisataan yang pada akhirnya mampu memperkuat serta menjadi motor penggerak industri pariwisata Labuan Bajo.

Sinergi antar BOPLBF, Kemenparekraf, dan Kemenkopukm ini diharapkan menjadi salah satu sarana efektif dan tepat sasaran.

Berbagai program penguatan kapasitas SDM tersebut akan dilaksanakan mulai Maret hingga November 2020 mendatang.

Adapun bentuk pelatihan dalam rangka peningkatan mutu SDM tersebut, pertama, Pelatihan Kewirausahaan terkait penyusunan itinerary sesuai dengan tema wisata yg dikembangkan di kawasan pariwisata terkait. Kedua, Pelatihan Kewirausahaan di kawasan pariwisata untuk barista dalam rangka memperkuat kuliner lokal, yaitu kopi yang saat ini menjadi salah satu budaya kuliner dunia dan sekaligus merupakan salah satu komoditi unggul industri perkebunan di Kab. Manggarai Barat.

Ketiga, Pelatihan Kewirausahaan bagi para pelaku industri kuliner termasuk packaging product dan pelatihan penyajian makanan di Labuan Bajo. Keempat, Pelatihan Kewirausahaan bagi UMKM Bidang Home Interior Design.

Kelima, Pelatihan Tour Guide oleh Koperasi. Keenam, Pelatihan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Pengelolaan Home Stay dan terakhir, Pendampingan Homestay.

Program-program tersebut diharapkan mampu mencetak SDM unggul di bidang pariwisata. Dengan demikian efektivitas berbagai program yang nanti dilaksanakan diharapkan dapat berjalan sesuai dengan target kinerja yang telah disepakati bersama.

Laporan: Edi Risal

Artikel ini telah dibaca 626 kali

Baca Lainnya
x