STKIP (Ist)

Floreseditorial.com, Ruteng- Bencana alam tanah longsor dan banjir yang mengguncang Kabupaten Manggarai Barat beberapa hari yang lalu sungguh membawa ratapan dan tangisan bagi masyarakat yang terkena bencana dan khususnya bagi keluarga korban.

Kepergian kekal delapan orang yang meninggal akibat tanah longsor di kampung Culu, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat menjadi duka bagi masyarakat Manggarai Barat.

Menyikapi peristiwa duka tersebut, sampai hari ini, beberapa komunitas, lembaga, perorangan, pelaku usaha yang sudah siap memberikan donasi bagi keluarga korban serta bagi para pengunsi di Manggarai Barat.

Berdasarkan laporan hasil survei Relawan Pemuda Kabupaten Manggarai Barat, menjelaskan bahwa lokasi Desa Liang Dara sangat membutuhkan bantuan.

Baca:  Basarnas Maumere Siaga SAR Amankan Prosesi Semana Santa

Camat Mbeliling, Robertus Resmianto melalui media ini berharap agar masyarakat yang ingin memberikan donasi kepada korban dimohon untuk memperhatikan kebutuhan keluarga korban dan pengungsi.

Untuk masyarakat Desa Liang Dara, camat Mbeliling berujar, bahwa mereka sangat membutuhkan bantuan berupa selimut, obat-obatan, makanan instan, terpal dapur umum, drumb penampung air, perlengkapan mandi, pelayanan medias khususnya trauma healing, sumbangan tunai bagi keluarga korban yang terkena langsung dampak bencana.

STKIP Ruteng Siap Membantu

Menyikapi harapan masyarakat dan camat Mbeliling, kordinator solidaritas korban bencana Mabar, Rm. Inosensius Sutam selaku Puket satu STKIP ST. Paulus Ruteng menyatakan siap membantu bersama rekan-rekan dosen, pegawai, karyawan/i serta segenap mahasiswa STKIP St. Paulus Ruteng.

Baca:  Basarnas Maumere Siaga SAR Amankan Prosesi Semana Santa

Kepada media ini, Rm. Ino menyatakan kesiapannya untuk menggalang dana dan materi sesuai kebutuhan korban.

“Penggalangan dana bagi para dosen dan pegawai serta karyawan/i STKIP St. Paulus Ruteng nanti dikordinasi oleh puket II. sementara, untuk seluruh mahasiswa STKIP akan diurus secara langsung oleh Puket III,” pungkas Rm. Ino Sutam, Pr., Senin (11/03/2019).

Lebih lanjut, Ino Sutam akan berkordinasi dengan tim Caritas Keuskupan Ruteng untuk mengagendakan jadwal turun ke lokasi kejadian. Teranggnya, utusan STKIP Ruteng akan turun ke lapangan Melo, Cekonobo, dan Wersawe pada hari Rabu, 13 Maret 2019. di sana nanti akan dilakukan berbaai kegiatan seperti membawa bantuan trauma healing, hiburan spritual dan menyerahkan bantuan kepada korban.

Baca:  Basarnas Maumere Siaga SAR Amankan Prosesi Semana Santa

Setelah itu, Rm. Ino juga mengagendakan untuk melakukan aksi seribu lilin bersama lintas agama untuk korban bencana Mabar pada Sabtu, 16/3/2019 bertempat di lapangan Motang Rua Ruteng.

Karena itu, kordinator solidaritas korban bencana Mabar itu mengharapkan kepada masyarakat luas yang memiliki kepedulian dan rasa empati untuk korban bencana Mabar agar bersama-sama membantu dan berdao bagi korban bencana.

Laporan: Engkos Pahing
Editor : Hardy sungkang

Tinggalkan Balasan