Ekososbud

Kamis, 3 Oktober 2019 - 09:01 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Kebakaran hutan lindung di RTK 18 Gapong Kecamatan Cibal Kabupaten Manggarai (Foto: TeamYPF/Adrianus Paju)

Kebakaran hutan lindung di RTK 18 Gapong Kecamatan Cibal Kabupaten Manggarai (Foto: TeamYPF/Adrianus Paju)

Hutan Lindung di Cibal Terbakar, Kuat Dugaan Sengaja Dilakukan Oknum Tak Bertanggungjawab

Floreseditorial.com, Ruteng – Kebakaran hutan lindung di RTK (Registrasi Tanah Kehutanan) 18 Gapong Kecamatan Cibal Kabupaten Manggarai kembali terjadi pasca kebakaran yang sudah terjadi tanggal 22 September lalu di lokasi tersebut.

Informasi yang dihimpun media ini kamis 3/10/2019, kebakaran hutan wilayah RTK 18 Gapong kecamatan cibal tersebut diketahui pada Selasa 2 oktober 2019 pkl 10.05 wita.

Penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui, sementara kuat dugaan bahwa hal itu dilakukan dengan sengaja oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Melalui sambungan telephone kepada media ini, Pater Andre Bisa Baolangu yang adalah Pimpinan ekopastoral fransiskan pagal menyampaikan bahwa musibah kebakaran hutan lindung wilayah RTK 18 Cibal bahwa lokasi kebakaran yang sering terjadi adalah di sebelah barat embung Wae Kebong.

Menurut Pimpinan ekopastoral fransiskan pagal itu, saat kepulan api terlihat dari arah embung sekitar pkl.10.45 wita sejumlah instansi antara lain, Kapolsek cibal bersama anggotanya, Babinsa 1612 cibal, ekopastoral fransiskan cibal segera bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman.

“Kami bersama beberapa unsur masyarakat, Kapolsek pagal, Banbinsa dan pihak dari dinas kehutanan berhasil memadamkan beberapa titik api di TKP pkl. 12.45 wita” imbuhnya

Kata dia, informasi yang dihimpun dari 7 orang perwakilan dinas kehutan dan polisi hutan di TKP bahwa keterbatasan tenaga dan fasilitas pengawasan hutan merupakan salah satu faktor penyebab lemahnya pengawasan hutan lindung oleh Dinas terkait di Wilayah RTK 18 Cibal.

“Keterbatasan tenaga dan fasilitas dari polisi kehutanan dan sejumlah atribut penting yang diguanakan sebagaiman layaknya atribut pada hutan lindung merupakan salah satu alasan mengapa hutan lindung wilayah RTK 18 ini sulit di awasi”Tutupnya.

Untuk sementara, suasana di lokasi kebakaran cukup siaga, mengingat angin di lokasi kebakaran cukup kencang dan dikhawatirkan terjadi kebakaran susulan. Amat disayangkan, sejak kebakaran pertama hingga muncul titik api yang kedua, lagi-lagi polisi hutan (polhut) tidak ada di tempat.

Laporan: Adrianus Paju

Artikel ini telah dibaca 556 kali

Baca Lainnya
x