Ekososbud

Jumat, 26 Juli 2019 - 09:25 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Kerajinan seperti Rombeng Sadang, Mbere dan Mbaet berhasil memukau peserta bulan Bhakti gotong royong (Foto: TeamYPF/Yopie Moon)

Kerajinan seperti Rombeng Sadang, Mbere dan Mbaet berhasil memukau peserta bulan Bhakti gotong royong (Foto: TeamYPF/Yopie Moon)

Karajinan Asal Elar Selatan Hipnotis Peserta Bulan Bhakti Gotong Royong di Manggarai Timur

Floreseditorial.com, Borong – Tenunan Ciri Khas suku Sadang, asal Elar Selatan Warnai Kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong Ke-16 yang berlangsung di Desa Nampar Cepang Kecamatan Sambirampas, kabupaten Manggarai Timur.

Tenunan – tenunan dari pengrajin asal desa Gising ini , berhasil menghipnotis tamu-tamu dari kabupaten dan seluruh masyarakat yang hadir pada kegiatan tersebut dan nyaris semua laku tejual.

Dalam kegiatan bulan gotong royong yang telah berlangsung dari 23-25 juli itu , berhasil menjadikan Pengrajin Suku Sadang asal Elar Selatan sebagai yang terbaik , hal ini dilihat dari antusiasnya warga dan para tamu Kabupaten dalam membeli karya para pengrajin tersebut.

Rin salah satu Pengrajin Asal Elar Selatan Menjelaskan, dirinya sangat berterimakasih dengan kesempatan yang diberikan oleh pemerintah sehingga bisa memasarkan semua hasil tenunan mereka

“Hasil Tenunan – tenunan yang kami bawakan ini seperti , Rombeng Sadang, Mbere dan Mbaet dengan harga yang bervariasi, dengan kisaran seratus sampai lima ratus ribu rupiah,” tuturnya.

Pihaknya juga merasa bersyukur karena banyaknya peminat atas karya mereka.

“Apalagi Pa Bupati dan Ibu turut membeli, bahkan Pa bupati mengenakan Rombeng Sadang hasil tenunan kami, pada acara ini,” tandas Rin dengan bangga.

Pengrajin lainnya, Sofi menerangkan bahwa semoga saja dengan melihat hasil tenunan- tenunan tersebut, pemerintah bisa memberikan perhatian lebih terutama kepada para pengrajin.

“Menjaga ciri khas budaya Manggarai Timur lewat karya ini dan harus terus menjaga kelestarian budaya yang telah diwariskan oleh nenek moyang kami , salah satunya adalah budaya dalam menenun, yang memiliki ciri khas yang berbeda dengan wilayah lainnya,” tandas Sofi.

Kata dia, hasil anyaman berbahan baku bambu dan rotan ini telah menjadi kebanggaan Masyarakat Elar Selatan dalam acara ini.

“Semoga untuk kedepannya bisa menjadi kebanggaan masyarakat Manggarai Timur dan NTT,” tutup Sofi.

Laporan : Yopie Moon

2

Artikel ini telah dibaca 441 kali

Vidio Populer
Baca Lainnya