Ekososbud

Rabu, 3 Juni 2020 - 19:12 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Antrian Warga Kelurahan Lewoleba Utara saat Pembagian Bantuan Sosial Tunai, Sabtu (23/05/2020). (Foto: Ben Kia Assan)

Antrian Warga Kelurahan Lewoleba Utara saat Pembagian Bantuan Sosial Tunai, Sabtu (23/05/2020). (Foto: Ben Kia Assan)

Kasat Reskrim Polres Lembata: “Masyarakat Jangan Terprovokasi”

Lewoleba, floreseditorial.com – Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resort Kabupaten Lembata (Kasat Reskrim) Iptu Komang Sukamara, S.H mengimbau masyarakat Lembata, khususnya para penerima BLT-DD dan BST agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab, yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban umum.

“Masyarakkat jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,” tegas Kasat Reskrim Sukamara yang ditemui para wartawan di ruang kerjanya, Selasa (2/6/2020).

Ia mengimbau warga masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban dalam situasi pandemi covid ini, terutama selama ada kegiatan pembagian bantuan BLT dan bantuan lainnya.

Ia menyatakan, semua aktivitas penyaluran bantuan selalu dikawal oleh petugas, baik dari instansi inspektorat kejaksaan dan kepolisian. Sehingga jika warga menemukan adanya pelanggaran atau hal-hal yang dipandang melenceng dari aturan, maka bisa laporkan kepada pihak berwajib.

Ia menjelaskan, seluruh bantuan akan diberikan kepada semua warga masyarakat yang berhak mendapatkannya. Karen itu, hendaknya mengikuti semua prosedur yang telah ditetapkan, seperti kelengkapan adminstrasi bagi warga yang berhak menerimanya. Jika ada kekeliruan atau pelanggaran, dapat dimusyawarahkan dengan kepala desa atau petugas yang diberi kewenangan untuk mengurus semua proses penyaluran bantuan.

Sementara itu, informasi yang dihimpun floreseditorial.com dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Lembata menyebutkan, pembagian Bantuan Langsung Tunai – Dana Desa (BLT-DD) kini memasuki tahap kedua dan ketiga.

“Hingga hari ini, Selasa (2/6/2020), sebanyak 66 desa yang sudah menyelesaikan pembagian. Dan sebanyak 13 desa sudah selesai pembagian pada tahap tiga,” ujar Aloysius Buto, S.Sos, Kepala Dinsos PMD Kabupaten Lembata.

Kabupaten Lembata tercatat sebagai kabupaten pertama di NTT yang menyelesaikan tahap satu pembagian BLT-DD. (ben)

Artikel ini telah dibaca 167 kali

Baca Lainnya
x