Ekososbud

Kamis, 2 Januari 2020 - 10:16 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Pengeboran sumur untuk kebutuhan air bersih di salah satu wilayah di dalam kota Labuan Bajo (Foto: TeamYPF/Andre Kornasen)

Pengeboran sumur untuk kebutuhan air bersih di salah satu wilayah di dalam kota Labuan Bajo (Foto: TeamYPF/Andre Kornasen)

Krisis Air, Warga di Labuan Bajo Marak Bikin Sumur Bor

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Krisis air di sejumlah wilayah Labuan Bajo membuat banyak warga memilih membuat sumur bor.

Mereka berharap dengan sumur bor tersebut, mereka mendapatkan pasokan air yang cukup.

Warga di salah satu wilayah di Kecamatan Komodo, mengatakan banyak tetangganya yang akhirnya membayar jasa pembuatan sumur bor. Pasalnya dengan sumur bor tersebut, warga bisa mendapatkan air bersih.

Apalagi di wilayah tersebut aliran air dari PDAM kurang lancar.

”Untuk itulah dengan sumur bor inilah mereka berharap mendapatkan air bersih yang cukup,” jelasya.

Menurut warga yang enggan namanya dimediakan itu, tarif pembuatan sumur bor ini cukup bervariasi. Namun demikian harga minimal jasa pembuatan sumur bor ini mencapai Rp 1 juta per meter.

”Daripada repot mengambil air dengan memikul, maka dengan sumur bor ini cukup praktis. Makanya lebih baik sekali membayar, tetapi air tetap mengalir. Kasihan anak istri kalau kesulitan air bersih,” ujarnya.

Krisis air bersih atau berkurangnya debit air bersih juga membuat sejumlah pemilik kos kosan di wilayah tersebut harus melakukan pengeboran sumur.

Hal ini dilaksanakan agar kebutuhan air bersih penguna kos berjalan lancar meski kemarau tiba.

Direktur Perusahan Umum Daerah (Perumda) Wae Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat Aurelius H. Endo, ST menjelaskan bahwa pengeboran sumur yang dilakukan warga tidak memiliki dampak secara langsung dengn debit air Perumda

“Karena sumber air perumda tidak mengunakan sumur bor,” katanya, Kamis (02/01/2020)

Namun, kata Aurelius, hal ini perlu ditertipkan agar masyrakat yang melakukan pengeboran perlu diawasi.

“Kalau bertambah banyak pasti akan ada dampak kepada hal lain bumi ini sudah dilubangi, untuk menjaganya, perlu dibuatkan regulasi,” tuturnya.

Meski demikian, Perumda Wae Mbeliling juga memperhatikan kebutuhan akan air bagi masyarakat yang bukan merupakan pelanggan.

Kata dia, untuk masyarakat yang bukan merupakan pelanggan Perumda Wae Mbeliling, pihaknya kini menyiapkan air curah yang disediakan oleh Mobil Tanki milik Perumda Wae Mbeliling.

“Ini berdasarkan Surat keputusan No: 73/KEP/PERUMDA/WM/X1/2019 dan tarif mobil air Tanki Perumda Wae Mbeliling sudah ditetapkan dalam keputusan tersebut,” tukasnya.

Laporan : Andre Kornasen

Artikel ini telah dibaca 448 kali

Baca Lainnya
x