Ekososbud

Minggu, 9 Juni 2019 - 19:18 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Acara peletakan batu pertama pendirian Kapela Para lansia di Bambor, Desa Kempo Kecamatan Mbeliling  Kabupaten Manggarai Barat-NTT (Foto: TeamYPF/Edison Risal)

Acara peletakan batu pertama pendirian Kapela Para lansia di Bambor, Desa Kempo Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat-NTT (Foto: TeamYPF/Edison Risal)

Para Lansia di Bambor Dirikan Kapela Sebagai Tempat Doa

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Warga Lanjut Usia (LANSIA) merupakan satu bagian dari anggota keluarga yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam segala aspek kehidupan, serta memiliki potensi yang dapat dikembagkan untuk memajukan kesejahteraan diri, keluarga dan masyarakat.

Lansia adalah satu jenjang kehidupan yang harus di tempuh dan karenanya kelompok lansia ini juga bagian dari komunitas sosial kehidupan bermasyarakat yang tidak boleh dijauhkan.

Mengingat kelompok lansia adalah bagian dari sebuah komunitas sosial maka disalah satu Gereja Paroki di kabupaten Manggarai Barat dibentuklah satu seksi Lansia dalam struktural kepengurusan dewan paroki Rekas, Desa Kempo Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat-NTT. Seksi Lansia masuk dalam Bidang Pembinaan Iman Kristiani, dibentuk dan disahkan sebagai satu kelompok Doa Para Lansia.

Tidak ada penentuan batas umur dalam penentuan siapa saja yang Ingin bergabung menjadi kelompok lansia, karena pada umunya aktivis lansia adalah orang-orang yang secara sukarela merasa ingin guyub dengan sesama warga yang sudah berusia lanjut usia dan mereka menamakan dirinya pelayan lansia.

Mereka adalah pelayan amatir bukan profesional dan sifatnya relawan. Pada umumnya warga lansia KBG Bambor I dan II adalah warga yang suka berkumpul, yang menjadi panutan di dalam keluarga atau lingkungannya, hanya saja beberapa dari mereka merasa tidak diperhatikan, dianggap menjadi beban dalam lingkungannya sehingga mereka menjadi menutup diri dari lingkungannya.

Hal inilah yang menjadi perhatian dari para pelayan lansia untuk mencari kegiatan yang sesuai bagi lansia tanpa meninggalkan Visi dari lansia yaitu manjadi warga lansia yang mandiri, terhormat, bermakna, tidak menjadi beban bagi keluarga dan lingkungan.

Para pelayan lansia berusaha untuk bekerja menurut komitmen mereka dalam misi lansia untuk memenuhi tugas dan panggilan hidup sebagai warga lanjut usia yang mandiri, terhormat dan bermakna dengan menggunakan kemampuan yang ada bagi diri sendiri dan sesama lansia.

Agar tercapai Visi dan Misi tersebut, Kelompok Doa Lansia KBG Bambor I dan II yang berjumlah 17 orang, telah menunjukan kemandiriannya dengan merintis Pembangunan Kapela (Tempat Doa) untuk KBG Bambor I dan II.

Pembangunan Kapela tersebut bukan hanya untuk kepentingan Lansia itu sendiri tetapi sepenuhnya untuk kepentingan umat KBG Bambor I dan II. Tidak hanya itu, Kegiatan Lansia dari KBG tersebut seperti melaksanakan doa bergilir setiap hari Minggu pada Pukul 16.00, Mendoakan orang sakit (hal ini berdasarkan permintaan keluarga yang menderita), iuran bulanan dan melakukan pertemuan setiap minggu dengan membahas berbagai topik.

Satu hal yang sangat membanggakan bahwa para lansia kelompok Bambor I dan II adalah mereka membangun dan merintis kapela ini denga swadaya mandiri tanpa keterlibatan semua umat pada KBG Bambor I dan II.

Salah satu kendala saat ini dari para lansia bahwa Hingga Saat ini tanggal 09 Juni 2019, Kapela belum diberi dinding, ini disebakan karena kekurangan Dana dari para lansia dan tidak ada donator yang bergabung dalam pembangunan Kapela tersebut. Dan untuk sementara Kelopok lansia melakukan Pendekatan dengan Tua’a Golo Bambor Bapak Abdul Kaeda untuk merancang dan membuat pertemuan dengan semua lapisan masyarakat.

“Kami terkejut dengan semangat para Lanisa yang ada di dua KBG ini. Tanpa bantuan kami, mereka berhasil membangun satu kapela di tempat ini. Meski selanjutnya, kapela yang mereka bangun mengalami kendala soal anggaran untuk penuntasan bangunan. Oleh karena itu, kami sangat berharap ada uluran tangan dari penderma untuk mendukung semanagat para kelompok Lanisa yang ada di paroki kami ini” , tutur Simon Saly, salah satu pengurus dewan proki rekas.

Kepada Floreseditorial.com, Flori Jhoni salah satu pengurus Paroki lainnya menyampaikan pula bahwa bila ada penderma yang mau meringankan beban para lansia ini untuk membangun Kapela mereka, bisa menghubungi bapak Simon Saly di nomor handphone 085238233050 atau Ibu Maria Goreti Intan di nomor handphone 082145741239.

Laporan : Edison Risal

Artikel ini telah dibaca 424 kali

Vidio Populer
Baca Lainnya
x