Ekososbud

Selasa, 16 Juli 2019 - 16:31 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Penjemputan Imam Baru (Ist)

Penjemputan Imam Baru (Ist)

Penjemputan Imam Baru Fransiskan Diarak Dengan Tarian Sumba

Ruteng, Floreseditorial.com- Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng, MGR. Silvester San akan mengurapi Sakramen Imamat bagi keenam gembala umat Keuskupan Ruteng di Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi Karot, Ruteng, NTT, Rabu, (17/07).

“Keenam calon imam baru Fransiskan itu akan ditahbiskan oleh administrator Keuskupan Ruteng, Mgr. Silvester San di Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi Karot pada tanggal 17 Juli 2019 jam 09:00”, papar pastor paroki karot, Pater Adrianus Nahal, OFM.

Keenam calon imam baru tersebut merupakan utusan Tuhan melalu kongregasi biara Fransiskan. Mereka merupakan masing-masing calon iman yang berasal dari beberapa daerah yang berbeda. Secara gerejawi mereka bukan lagi hanya sebagai imam Fransiskan, tetapi merupakan imam semua umat Kristiani. Karena itu, pelayanan mereka pun akan diwarnai dengan konsep gereja yang universal.

Riuh tangis haru dan kegembiraan nampak menghiasi wajah kota Ruteng, Kabupaten Manggarai saat perarakan dari Gereja Golo Dukal menuju Karot (16/17). Situasi itu merupakan sebuah kabar gembira bagi Gereja Keuskupan Ruteng yang akan melahirkan enam gembala umat baru dari biara Fransiskan. Gereja Katolik bersama umat yang telah mengambil bagian di dalamnya merasa bahwa ekspresi haru dan gembira merupakan cara mereka mendoakan para kandidat imam baru tersebut.

Nampak terdengar sentilan haru campur senang dari beberapa anggota keluarga imam baru tersebut. Rupanya mereka sedang mendalam diri tentang arti sebuah pemberian. Pemberian doa sebagai dukungan kuat anggota keluarga bagi keenam imam baru tersebut dinyatakan dalam berbagai partisipasi aktif mereka sejak perarakan dari gereja Golo Dukal menuju gereja Karot.

Pantauan Floreseditorial.com saat perarakan keenam imam baru Fransiskan tersebut dari gereja Golo Dukal menuju Gereja Karot, tampak sebuah kegembiraan yang sungguh luar biasa. Hal ini ketika dinikmati dan disaksikan oleh seluruh umat ketika melihat lenggak lenggok dan gemerincing bunyi mengupas sunyi dari tarian penjemputan budaya sumba. Lantas, mengapa harus diterima secara adat sumba? Nyatanya, dari keenam calon imam baru Fransiskan tersebut, salah satunya merupakan darah sumba. Beliau adalah salah satu calon imam baru fransiskan yang lahir dari dua sisi budaya yang begitu berbeda dan variatif. Diakon Charles Lelu Umbu Sogar Ame Talu adalah putra hasil perkawinan cinta antara Bapak Kornelis Dapa Talu dan ibu Anna Maria Mei.

Diakon Charles Lelu Umbu Sogar Ame Talu atau biasa disapa diakon Charles itu merupakan calon Imam baru asal dari Proki St. Antonius Padua RII, Beamese, Kecamatan Cibal. Beliau dibesarkan di kampung Laci, Desa Golo, Kecamatan Cibal. Diakon Charles tampak begitu terharu melihat ekspresi keluarga asal Sumba yang memeriahkan acara penjemputan dengan penuh luar biasa. Senyum sumringahnya membuat hati sang ayah dan ibunya merasa penuh gembira dan bangga. Lambaian tangannya di atas mobil menyapa keluarga membuat hati keluarga sumba dan keluarga Cibal Laci tampak bangga.

Laporan: Hardy Sungkang

Artikel ini telah dibaca 289 kali

Baca Lainnya