Ekososbud Headline

Sabtu, 6 April 2019 - 19:31 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Osis SMPK Fransiskus bersama bapak Maksi di kediamannya di Pau Ruteng (Ist)

Osis SMPK Fransiskus bersama bapak Maksi di kediamannya di Pau Ruteng (Ist)

Tak Laku Jual Besi Tua, Bocah Di Pau Tidak Ingin Pulang Rumah

Floreseditorial.com,Ruteng – OSIS SMPK St. Fransiskus Xaverius Ruteng, Kabupaten Manggarai memberikan bantuan kasih berupa beras 50 kg dan sembako senilai Rp. 680.000 kepada salah satu keluarga di Pau, kampung Kabe, Ruteng, Sabtu,06/04/2019.

Osis SMPK St. FX tersebut memberikan bantuan kepada satu keluarga atas nama bapak Maksi.

Bantuan tersebut diberikan berawal dari sebuah kisah kecil yang sungguh perihatin.

Dikisahkan bahwa anak bungsu dari bapak tersebut setiap hari mencari besi tua untuk kebutuhan keluarga.

Loading...

Seperti informasi yang diperoleh floreseditorial.com, mengisahkan, kebetulan suatu hari si anak bungsu tidak mendapat besi tua karena hujan lebat mengguyur kota Ruteng. Ia berlindung di sisi jembatan dekat SMPK FX. Ketika ditanya oleh beberapa siswa/i SMPK St. FX, ia mengatakan bahwa, ia tidak mau pulang ke rumahnya karena ia belum mendapat besi tua sepanjang hari. Ia takut, dimarahi oleh bapaknya di rumah.

Dikisahkan bahwa bapaknya mengalami sakit karena kecelakaan.

Beberapa siswa bersama dengan pendamping kemudian mengantar anak tersebut ke rumahnya.

Ketika mereka sampai di rumah, mereka merasa perihatin dengan situasi dan keadaan rumah tinggal bapak tersebut. Ia tinggal di satu rumah kecil beratap satu air, berdinding gedek, bersama dengan dua anaknya yang masih kelas 1 dan 3 Sekolah Dasar.

Berdasarkan informasi yg diperoleh, istri kedua bapak ini sudah kembali ke kampung asalnya bersama salah satu anaknya.

Lantas, perihatin anak-anak OSIS SMPK St. FX melihat keadaan dan situasi rumah tersebut langsung disampaikan dalam pertemuan OSIS.

Hasil pertemuan tersebut OSIS kemudian bersepakat untuk memberikan bantuan kepada keluarga bapak Maksi. Bantuan tersebut berhasil mereka kumpulkan dari uang Geser yang mereka kumpul setiap hari Sabtu.

Uang Geser yang dikumpulkan setiap hari sabtu, selain diserahkan ke Paroki (salah satu hari sabtu) juga digunakan oleh OSIS untuk pelbagai kegiatan pelayanan kasih, dan program lain dari OSIS.

Dari kisah pelayanan hari itu, tersirat rasa iba, dan empati dari warga OSIS, dan justru di sinilah mereka menemukan nilai terdalam dari melayani, mengasihi, dan mencintai sesama.

Sumber : Facebook Rm. Pendik Usman
Editor: Hardy Sungkang

Artikel ini telah dibaca 156 kali

Baca Lainnya