Cheap NFL Jerseys From China Wholesale Jerseys

Ende

Sabtu, 21 November 2020 - 21:00 WIB

1 minggu yang lalu

logo

Ilustrasi (net)

Ilustrasi (net)

Setelah 40 Tahun Krisis Air Bersih

Ende, Floreseditorial.com – Setelah mengalami krisis air bersih selama 40 tahun, masyarakat Desa Wolotopo Timur, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya dapat menikmati air bersih, berkat hadirnya program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di desa itu.

Ketua KKM Program Pamsimas Desa Wolotopo Timur, Nobertus A. Rua, mengaku, pihaknya merasa sangat puas dengan pencapaian program kerja untuk memenuhi kebutuhan air minum bersih dan sanitasi bagi masyarakat di Desa Wolotopo Timur.

Nobertus mengatakan, jumlah masyarakat Desa Wolotopo Timur dengan total sekitar 1.035 jiwa, terhimpun di 230 Kepala Keluarga (KK), dengan jumlah rumah 181 dan 5 fasilitas umum, seperti tiga lembaga sekolah, satu kantor desa dan satu Puskesmas Pembantu (Pustu), mendapatkan Sambungan Langsung Rumah (SLR) Air Bersih dari program itu.

“Ya, bersyukur bahwa masalah krisis air bersih yang menjadi problem 40 tahun masyarakat Desa Wolotopo Timur, dapat teratasi,” ungkapnya.

Ia berharap, masyarakat setempat dapat memanfaatkan fasilitas kran sambungan langsung rumah secara baik, sehingga dapat bermanfaat guna memenuhi kebutuhan hidup akan pemenuhan air bersih di setiap rumah di Desa Wolotopo Timur.

Nobertus menjelaskan, hadirnya Program Pamsimas bertujuan meningkatkan jumlah fasilitas pada masyarakat kurang terlayani, termasuk masyarakat berpendapatan rendah di wilayah pedesaan dan peri-urban.

Sementara itu, Kepala Desa Wolotopo Timur, Siprianus M Jirabara, mengakui, masalah air bersih menjadi tantangan paling sulit. Ia mengatakan, saat ini, air bersih menjadi kerinduan seluruh masyarakat Desa Wolotopo Timur.

Ia menceritakan, sebelum Desa Wolotopo Timur mekar dari Desa Induk Wolotopo pada 23 tahun silam, masyarakat mendapatkan air dari kran air milik Gereja Santo Fransiskus Saverius Wolotopo, yang diambil dari sumber mata air bernama Lia Podo.

Pasca Desa Wopotopo Timur mekar pada tahun 1997, Program Ausait dalam bentuk pelayanan air bersih masuk menjamah Desa Wolotopo dan Wolotopo Timur. Program Ausait itu masuk dengan sistem membangun 16 tugu kran, masing-masing RT mendapat satu tugu kran umum.

Sipri melanjutkan, namun dari 16 tugu kran umum yang dibangun Program Ausait itu, masih belum bisa membantu masyarakat dalam mendapatkan air bersih karena air yang mengalir tidak lancar. Apalagi saat itu, air yang disalurkan hanya di jam tertentu saja.

“Tapi kalaupun air keluar, harus menanti hingga air di bak tampung penuh. Setelah itu, baru masyarakat bisa ambil,” tutur Kades Siprianus.

Mengakhiri pembicaraanya, Siprianus menerangkan, bergerak dari tahun 1997 sampai memasuki tahun 2015, Program Air Bersih dan Sanitasi Pamsimas tahap dua dan tahap tiga, hadir untuk pertama kali di desanya dan langsung memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. (ral)

Artikel ini telah dibaca 893 kali

Baca Lainnya