Ekososbud Featured

Senin, 24 Juni 2019 - 19:26 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Saat jurnalis Floreseditorial.com mengunjungi Aldi, Disabilitas yang luput dari perhatian pemerintah daerah kabupaten Manggarai Barat (Foto: TeamYPF/Edison Risal)

Saat jurnalis Floreseditorial.com mengunjungi Aldi, Disabilitas yang luput dari perhatian pemerintah daerah kabupaten Manggarai Barat (Foto: TeamYPF/Edison Risal)

Aldi, Disabilitas Yang Terabaikan

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Aldi nama yang biasa dipanggil oleh keluarga dan kerabat terdekat untuk seorang anak berusia 12 tahun di salah satu kampung di Manggarai Barat. Pemilik nama lengkap Albertus Rivaldi Harmin merupakan salah satu dari sekian banyaknya Disablitas yang ada di kabupaten Manggarai Barat.

Putra pertama dari ayah Fransiskus Dedi dan Mama Maria Fatima Jun ini harus menanggung derita sepanjang 12 tahun.

Anak kelahiran 11 Mei 2007 ini harus berpasrah pada keterbatasan fisik yang dialaminya. Dia merupakan pasien penderita Cacat Fisik, tangan, kaki, leher dan badanya hampir tidak bisa di tegakan dengan lurus. Semua urat dan sarafnya begitu kaku.

Kesulitan yang dialami oleh Aldy merupakan ujian tersendiri bagi kedua orang tua. Tetapi mereka tidak pernah berputus asa dalam merawat sang buah hati. Ketekunan inilah yang membuat Aldi juga kadang selalu tertawa dan tersenyum sendiri ketika bermain dengan sang mama atau sang bapak.

Loading...

Aldi, anak yang kurang beruntung seperti kebanyakan anak lainya. Masa kanak-kanak yang seharusnya dihabiskan untuk bermain bersama teman-teman terpaksa ia tangguhkan dalam impian semata. Mata tajam Aldi hanya mampu meinkmati ketika melihat rekan seusianya bermain. Ia ingin sekali bergabung bersama rekanya, apa daya dia tak mampu.

12 tahun sudah berlalu. Sepanjang itu pula Aldi menikmati masa “kedamian” bersama tikar kesayanganya. Tidak pernah menikmati enaknya duduk di kursi. Penderitaan itu memang harus di tanggung sendiri oleh kedua orang tuanya. Hingga saat ini, belum ada bantuan yang datang dari instansi pemerintah daerah. Benar Rumah orang tua Aldi berdinding tembok dan separuhnya berdinding papan yang terletak di Tiwung Tana, Desa Lalong, Kecematan Lembor Selatan itu serasa haram diketuk oleh pejabat pemerintah setempat.

Tak ada bala bantuan yang datang. Yang ada hanya tim BPS untuk mendata. Tapi entah sampai kapan, bantuan itu juga belum ditunaikan hingga saat ini.

Aldy (Foto: TeamYPF/Edison Risal)

Aldi, hanyalah satu dari sekian orang yang membutuhkan sentuhan kasih dari semua element. Lebih khusus pemerintah Manggarai Barat. Pada kasus Aldi, dia tidak membutuhkan banyak hal. Hal itu di sampaikan langsung oleh mamanya Aldi kepada tim media ini.

“ Sebetulnya kami membutuhkan bantuan Kursi roda pak. Biar aldi bisa duduk. Pernah ada tim yang datang dan mendata untuk beri bantuan kursi roda, tetapi sampai saat ini belum datang juga. Oleh karena itu kami beraharap kepada bapak semua untuk bisa wujudkan cita-ita kami ini,” tegas Maria ibu kandung Aldi.

Salah satu Relawan dari sebuah Yayasan, menyampaikan harapanya kepada pemerintah Manggarai Barat agar ada itervensi sosial terhadap penderita disabilitas seperti ini.

“Ya, kami beraharap, Pemerintah daerah Manggarai Barat melalui Dinas sosial dan dinas Kesehatan tidak hanya buka mata saat mendapat amanah, tetapi juga buka hati dan nurani untuk meringankan penderitaan saudara kita ini. kami tidak bermaksud untuk mengkritik pemerintah. Juga tidak bermaksud bahwa kerelaan kami mengunjugi korban harus dibayar. Tetapi kami menginginkan agar pemerintah bisa lebih reaktif terhadap persoalan sosial seperti ini. Anggap saja pernyataan saya sebagai catatan reflektif terhadap kinerja pemerintah dan mencoba mengetuuk nurani para pejabat,” tutup dia.

Team floreseditorial.com telah mengontak Maria Geong untuk meminta tanggapan persoalan ini. Tapi hingga berita ini di turunkan belum ada jawaban dari wakil bupati Manggarai barat itu.

Laporan : Edison Risal

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya