Pemandangan Pantai Cepi Watu dikala Senja(foto:team YPF).

FLORESEDITORIAL.COM, BORONG – Cepi Watu merupakan lokasi wisata Pantai Kabupaten Manggarai Timur.Keindahan Pantai Selatan Manggarai Timur ini tidak diragukan lagi oleh para wisatawan baik lokal maupun manca negara.

Hampir saban hari para pengunjung mendatangi lokasi wisata yang hanya berjarak satu kilo meter dari pusat kota Borong ini.

Bebatuan yang tersusun rapi secara alami dan hamparan pasir yang memanjakan para pengunjung menambah daya tarik obyek wisata ini.

Ombak yang berderu seakan bersaing ketat dengan dentuman musik disc jockey alias DJ dari Cafe-Cafe yang berjejer di pinggir Pantai,peristiwa ini menjadi pemandangan yang lazim setiap hari,terutama menjelang magrib.

Keberadaan Cafe yang berjejer di lokasi wisata Cepi Watu menjadi viral akhir-akhir ini akibat adanya laporan dari Komisi Penanggulangan AIDS Daerah(KPAD) Manggarai Timur yang mencatat lima orang pekerja(wanita pelayan)terdeteksi mengidap HIV/AIDS.

Hal ini tentu menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat Manggarai Timur,terutama bagi oknum-oknum yang diduga pernah mencicipi kehangatan sesaat dari pelayan Cafe yang diduga memberikan pelayan extra alias plus-plus.

Hingga saat ini lokasi Wisata Cepi Watu belum dikelola secara baik akibat kurangnya anggaran yang dialokasikan untuk lokasi ini berhubung obyek wisata di Manggarai Timur begitu banyak,kurang lebih 117 spot wisata yang terdata.

Pemerintah kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pariwisata sering menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan dilokasi ini,namun akhir-akhir ini pemda lebih memilih bibir pantai bagian timur Cepi Watu untuk merayakan atau mempromosi kebudayaan Manggarai Timur.

Mungkin bisa dimaklumi akibat lokasi Cepi Watu yang sempit sehingga daya tampung massa tidak cukup akibat bangunan Cafe yang berjejer dilokasi wisata ini.
Andaikata bangunan tersebut tidak ada maka bukan tidak mungkin area wisata Cepi Watu sangatlah luas.

Pelaksana Tugas dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Timur Damaisius Ndama,ketika dihubungi wartawan pada Jumat,29 November 2018 mengatakan jika bangunan Cafe tersebut tidak mempunyai izin harus ditindak tegas dan kalaupun mempunyai izin namun melakukan praktek asusila maka izinnya harus di cabut.

“Kalau Cafe tersebut tidak mempunyai izin sudah sepatutnya di cabut,karena sudah meresahkan masyarakat,namun yang mempunyai wewenang mencabut izin usaha adalah kantor Perijinan Terpadu,”kata Ndama.

Cepi Watu diantara deru ombak dan dentuman musik Cafe,saling bersahutan menghibur dan menghancurkan.

Laporan : Yon Sahaja

Tinggalkan Balasan