Bahasa Dan Sastra Featured Wisata

Minggu, 30 Juni 2019 - 21:55 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Model : Felisya Mudhee (Foto: Facebook Felisya Mudhee saat berpose di salah satu sudut Taman Langit Vila alam Flores)

Model : Felisya Mudhee (Foto: Facebook Felisya Mudhee saat berpose di salah satu sudut Taman Langit Vila alam Flores)

Sejuta Rasa  di  “Taman Langit”

Taman Langit? “Wouw!”… Sebuah nama yang mungkin berlebihan. Agak aneh di gendang telinga, tetapi  tidak juga.  Sebagaimana orang Latin bilang nomen est omen. Tentunya,  Taman Langit  tidak sekadar nama. Ada  pesan yang menyirat. Ya…taman alam yang berada di puncak bukit.

Memang Taman Langit, sebuah nama yang menggoda dan menggedor-gedor kesadaran akal kita. Merangsang naluri ingin  tahu. Dan, ketika kita berada di taman itu sejuta rasa akan kita alami. Mengagumkan. Kita seakan-akan terbang ke “puncak langit”  hingga tingkat ekstase yang menakjubkan. Setiap penikmat Taman Langit  pasti akan terkuak ucap…luar biasa.

Pekan lalu, saya  bersama keluarga  mengunjungi  Taman Langit-Mbohang di Desa Bangka Lelak, Kecamatan Lelak itu. Dua unit kuda besi buatan Jepang melaju  dari arah Ruteng, Ibukota Kabupaten Manggarai, Propinsi Nusa Tenggara  Timur.  Kecepatan pas-pas saja. Maklum anak saya, Nona, si bungsu cukup cerewet. Tidak pernah diam. Selalu bertanya dan bertanya terus. Saya jadi ingat  filsafat, “Descartes, cogito ergo sum!”. Saya berpikir maka saya ada!

Hari agak cerah.  Jarum jam menunjukan angka  11.45 Wita. Matahari sudah  meninggi. Persis menampar ubun-ubun  penghuni kolong  langit. Sedang langit di atas sana agak jingga sedikit. Ada balutan awan putih sedikit pucat.

Kami sekeluarga seperti sedang touring. Sepanjang 23 KM perjalanan meninggalkan  Ruteng kami meluncur ke arah barat, melintasi jalur Trans Flores.  Kami tiba di Anam. Berhenti sejenak sambil meminta informasi dari warga sekitar arah perjalanan ke  Taman Langit-Mbohang. Belok arah kanan, kami melaju lagi. Kondisi ruas jalan  merangkak naik. Meliuk mengitari sepanjang lereng menuju puncak  bukit Mbohang. Sekitar 3,5 KM perjalanan dari lintasan jalan utama Trans Flores kami tiba.

Lintasan jalan sudah aspal. Jalan itu juga  jadi  jalur alternatif menuju Lembor, Kabupaten Manggarai Barat. Pada kiri-kanan bahu jalan ada  deretan rumah penduduk. Di belakangnya  terbentang  lahan-lahan sawah. Panenan sudah selesai. Yang tertinggal hanya jerami-jerami padi yang mengering. Ada pula tanaman cengkeh dan  jeruk. Juga pepohonan mahoni dan jati putih atau gmelina arborea. Alamnya ramah, hawanya sejuk. Dingin-dingin empuk.  Begitulah kira-kira.

Memasuki  area Taman Langit, hawa makin dingin. Kabut tipis menyelimut. Maklumlah Taman Langit berada di puncak punggung bukit Mbohang. Sepepoi-sepoi angin  menghalau. Kicauan burung  sayup-sayup terdengar. Kabut kembali menghampir, kemudian hilang.  Hari kembali cerah.  Cerah sekali.

Berada di puncak Taman Langit- Mbohang, tamparan alam bawah sadar kita
kuat terasa. Angan liar berkelana kemana-mana. Kepuasan bathin terasa tak berujung. Helaan napas jadi segar. Tiupan sepoi angin puncak ditemani  pemandangan yang eksotik luar biasa memberi kepuasan tersendiri. Kami menikamti setiap sudut–sudut taman  yang penuh dengan aksesori alamnya. Berlama-lama, tapi tak puas. Anak saya berlari, melompat dan kejar-kejaran di setiap obyek yang diracik alamiah itu.

Salah satu sudut Taman Langit-Mbohang
di Desa Bangka Lelak, Kecamatan Lelak (Foto: TeamYPF/Kanis Lina Bana)

Adalah Andre Garu,  sang empunya puncak  itu.  Anggota DPD RI ini membeli  lahan   itu dari para pemilik lahan, beberapa tahun  lalu. Lahan itu milik lingko Ketang dan sudah dihibahkan kepada warga kampung. Sepuluh tahun terakhir  lingko yang mengitari puncak bukit itu sudah dikelola jadi  Villa Alam Flores.

Andre Garu, sang pengusaha muda yang sukses ini, beberapa tahun lalu banting haluan ke dunia politik. Terpilih jadi anggota DPRD Manggarai dari Partai Demokrat dengan mendulang suara terbanyak. Ia mewakili daerah pemilihan Kecamatan Lelak,  pemekaran dari Kecamatan Ruteng. Konon gajinya sebagai anggota Dewan dihibah kepada  pemilih  untuk membayar pajak.

Tidak itu saja, Andre Garu maju sebagai calon Bupati Manggarai berpasangan dengan Yoseph Darung Maru. Sandi  politiknya Garuda. Meski gagal, keikutsertaannya dalam perang pilkda  waktu itu membuat pasangan inchumbent, Drs. Christian Rotok-Deno Kamelus, ketar ketir. Pasalnya Garuda dianggap paket kuda hitam. Tampil elegan dengan slogan politiknya santun dan bermartabat. Ambisi tapi tidak ambisius. Kepada pemilik suara  Garuda hanya mengingatkan, jika berkenan, maka pilihlah Garuda. Lepas dari politik lokal Andre Garu terbang ke Jakarta sebagai anggota DPD RI.

Taman Langit merupakan salah satu  fasilitas yang tersedia  di  Villa Alam Flores di puncak bukit Mbohang itu. Oleh pemilik lahan seluas 5 hektare  disulap jadi arena yang menyenangkan. Fasilitasnya komplit. Lahan itu terbelah dua. Sisi kiri dan sisi kanan jalan. Pada sisi kanan ada bangunan dua lantai. Lantai dasar untuk pertemuan. Lantai dua khusus bagi penikmat pemandangan alam.  Kita bisa memandang hamparan sawah di area Cancar. Sejauh mata memandang kita menikmati panorama alamnya. Sungguh.. luar biasa indahnya.

Pada area ini juga tersedia  fasilitas  autbond. Olahraga khusus uji
adrenalin. Bagi peminat cukup dengan ongkos Rp 75.000 bisa ber-outbond
sepuas-puasnya. Fasilitas outbondnya lengkap. Kita tinggal  pilih saja. Di seputaran area autbond rumput-rumput hijau tumbuh subur. Ada pula  pepohonan pilihan  menjulang. Semuanya terawat.

Sementara sisi kiri jalan  ada tempat  makan. Dalamnya tersedia live music, karoke, minuman dan juga makanan. Pada dinding ruangan ada foto tempat bersejarah, foto tempat wisata juga foto-foto pemilik villa. Ada ruang tamu untuk membereskan semua adminisitrasi penggunaan  jasa fasilitas. Bangunan itu berdiri sendiri. Lengkap dengan kamar mandi dan kamar wc.

Di sebelahnya  lagi, masih di area yang sama ada enam bangunan villa. Fasilitas lengkap sebagaimana sebuah rumah tinggal. Kamar tidur, kamar
mandi  dan kamar wc. Satu unit bangunan berbentuk L tersedia delapan kamar tidur. Totalnya dengan vila tersedia  14 kamar. Para pengguna bebas memilih. Bagi pengunjung yang menginap membayar ongkos Rp 350.000 per orang per malam. Sarapan pagi dan snack tersedia. Kecuali makan siang dan malam dapat pesan via  koki villa. Ini biaya ekstra.

Selama bermalam di villa itu, pengunjung dapat menikmati semua fasilitas yang ada. Bisa  live musik, karoke dan spot pemandangan untuk foto-foto di taman langit. Taman Langit sudah beroperasi dua
tahun terakhir. Fasilitas yang menggoda rasa itu terus dibenahi tanpa mencidrai alam lingkungan dan keasliannya. Semuanya serba alamiah.

Sementara pengunjung biasa,  yang  mau mengunjungi Taman Langit cukup
bayar  karcis masuk Rp 15.000 per orang. Kita akan  mendaki melewati tangga-tangga kayu bambu dari villa menuju Taman Langit yang berada di puncak bukit Mbohang. Tiba di perhentian pertama kita boleh berselfi ria dengan latar belakang arah timur atau barat. Area persawahan
Cancar jadi obyeknya. Arah barat kita menikmati akuistik alam yang luar biasa indahnya.

Di perhentian ini ada halaman  tempat parkir kendaraan. Jalan masuk mengitari  vila. Agak jarang pengunjung menggunakan kendaraan. Lebih suka memilih jalan kaki, mendaki pelan-pelan tangga demi tangga sambil menikmati alamnya.

Tidak sebatas di situ saja. Kita mendaki lagi menuju perhentian kedua. Di sana kita  tiba di  Tanam Langit. Di  tempat ini  semua fasilitas tersedia. Sebebas-bebasnya  kita  gunakan. Tersedia spot untuk  selfi segala arah. Formatnya macam-macam. Kita tinggal pilih seturut salera sesuai angle bidikan yang kita mau. Sedikit menurun arah utara ada lagi sejumlah fasilitas spot yang menggemaskan dan menggoda. Sungguh luar biasa. Tertulis beberapa ungkapan-ungkapan adat, ajakan merawat alam serta nama taman, “Taman Langit”

Mengitari Taman Langit ada sejumlah vila-vila kecil. Bangunan vila bertengger di atas dahan pohon. Desainnya alamaih tanpa menodai pepohonan yang menyangga vila. Atap vila merepresentasekan budaya Manggarai. Ada kamar tidur dan kamar mandi. Semua material vila dari bahan-bahan lokal. Sungguh suasana alam pegunungan dengan segala pesona kekayaan sangat kita rasakan.

Donatus Jemalu yang ditemui floreseditorial.com, menjelaskan, Villa Alam Flores sudah beroperasi enam tahun terakhir. Pengunjung yang menginap
lebih banyak berkelompok atau komunitas-komunitas hobi. Sementara
pengunjung perorangan belum terlalu banyak.

Menurutnya, secara keseluruhan  fasilitas Villa Alam Flores menawarkan
pesona yang tidak hanya  kepuasan sesaat tetapi membekas. Sebab
fasilitas dan pemandangan alam  di vila memberi sisi lain dari
kehidupan kita. Buktinya para pengunjung selalu menyatakan kepuasan.
Dengan itu serentak mendorong para karyawan untuk selalu memberikan
pelayanan yang terbaik.

“Kami sembilan orang karyawan yang selalu stand by. Kami selalu
memberi service prima kepada pengunjung. Kami layan permintaan tamu
sesuai kebutuhan. Mau live musik, kami siap. Mau main sendiri alat-alat msuik, kami persilahkan,” katanya.

Hampir setiap hari, lanjutnya, selalu ada pengunjung yang datang ke Villa Alam Flores. Mereka datang berkelompok atau bersama keluarga. Ada pengunjung memutuskan menginap setelah menikmati  pemandangan di Taman Langit.  Setelah berselfi ria mereka putuskan nginap. Ada pula yang datang dengan target utama menginap sambil menikmati pemandangan alam di sini. Fasilitas dan  pemandangan yang tersedia sangat menggoda  rasa, menukik kedalaman mata bathin sehingga pengunjung cendrung
berlama-lama di tempat spot ini.

“Dua tahun belakangan pemandangan alam dan spot berselfi ria,  ramai
dikunjungi. Ini sekaligus rangsangan buat kami agar terus benahi dan memberi yang terbaik. Sesuai semangatnya fasilitas spot
mempresentasekan kekayaan alam Manggarai Raya,” katanya.

Villa Alam Flores, menawarkan salera dan pilihan yang memuaskan. Fasilitas tersedia  cocok untuk semua kegiatan. Untuk pertemuan, rekreasi keluarga, tamasya atau bertouring ria.  Alamnya terawat bestari. Ciri khas  daerah pengunungan sungguh terjaga.

Villa berikut fasilitasnya tidak hanya mempresentasekan usaha jasa, tetapi serentak mengamanatkan pesan moral yang kuat bagaimana merawat kekhasan alam. Bagaimana menghidupkan nuansa-nuansa alam yang senantiasa menampilkan pesona energi dan bagaiman merawat energinya.

Berada di vila itu kedalaman rasa kita terobati. Kita menghirup sejuta  kepuasan yang membekas. Pahatan mentari senja, ditutup kabut tipis, semilir yang sepoi menambah gairah untuk merasakan lebih dalam.

Anda berminat  dengan segala pesonanya, Taman Langit sudah menyiapkannya. Tunggu apalagi.  Villa Alam Flores, pilihan yang tepat buat kita. Anda pasti puas. Mari dan nikmatilah…! 

Laporan : Kanis Linabana

Artikel ini telah dibaca 996 kali

Baca Lainnya
x