Featured Wisata

Senin, 17 Juni 2019 - 20:44 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Dua wisatawan asal Jakarta, Edgar Dan Ona, tak henti-hentinya mengagumi keindahan alam yang dimiliki oleh Pulau Flores (Foto: TeamYPF/Jivansi Helmut)

Dua wisatawan asal Jakarta, Edgar Dan Ona, tak henti-hentinya mengagumi keindahan alam yang dimiliki oleh Pulau Flores (Foto: TeamYPF/Jivansi Helmut)

Semuanya Membuat Kita Love Flores

Floreseditorial.com – Tiga jam lebih melintasi jalur Trans Flores Labuan Bajo-Ruteng dengan mengendarai sepeda motor, kedua wisatawan asal Jakarta, yang mengaku bernama Edgar Dan Ona, tak henti-hentinya mengagumi keindahan alam yang dimiliki oleh Pulau Flores.

Hamparan alam yang luas dan barisan persawahan yang berada di bawah kaki gunung rupanya menjadi daya tarik tersendiri dibalik decak kagum kedua wisatawan asal Jakarta tersebut.

Dalam sharingnya ketika sampai di Kota Ruteng, Edgar, wisatawan tampan asal Jakarta tersebut mengungkapkan keunikan Flores.

Edgar Dan Ona saat berpose di depan Mbaru Wunut di Kota Ruteng

Meskipun perjalanan ini belum sampai separuh namun pemandangan alam yang tersaji dan mengapiti kepulauan Flores ini memang memanjakan mata dan membuat perjalan ini terasa menyenangkan dan tidak membosankan.

“Pokoknya Flores asyik lah. Apalagi pemandangan alamnya yang sungguh menarik, mulai dari pegunungan yang mengapiti pulau ini hingga deretan persawahannya juga membuat kita love Flores sebab pemandangan alamnya memang sungguh memanjakan mata. Intinya, tak pernah bosan dech, kata Edgar kepada tim media ini di Ruteng.

Hal yang mungkin bisa diperhatikan lebih baik, masih kata Edgar, beberapa titik jalan yang masih berlubang.

“Menantang memang. Apalagi jalannya kadang menurun dan juga kadang mendaki. Eh…tiba-tiba ada lubang. Dan yang tak kalah menantangnya juga adalah jalanan yang banyak nikungnya”, sambung Edgar sambil tersenyum.

Bersama Jurnalis floreseditorial.com berpose di depan gereja katedral Ruteng

Edgar diketahui beragama Muslim. Namun, kecintaannya akan sebuah negara yang syarat dengan toleransi yang tinggi kian menguat ketika melihat deretan gereja dan juga mesjid yang berdiri kokoh di kota Ruteng.

“Wah, Mas. Padahal di sini Gereja dan Mesjidnya berdekatan sekali yach. Saya suka loh daerah yang kaya gini. Tiap orang meski berbeda kepercayaan tetapi begitu terlihat akur dan terasa sekali perdamaian antar umat beragamanya” tukas Edgar saat mengitari kota Ruteng.

Beberapa tempat di kota Ruteng pun tak pernah luput dari jepretan handphone miliknya. Diantaranya adalah patung Motang Rua yang terletak di depan rumah Wunut kota Ruteng, Gereja Katedral lama, hingga Gereja Katedral Baru yang berlokasi depan sekolah Swasta St. Fransiskus Ruteng.

Sementara itu, Ona, teman perempuan seperjalanan Edgar kepada tim media ini mengungkapkan bahwa kerinduannya untuk mengunjungi pulau Flores memang suda sejak lama. Namun baru bisa terwujud hari ini.

“Sejak lama memang saya rindu sekali mengunjungi pulau Flores ini. Apalagi teman-teman aku yang pernah ke sini sering menceritakan bagaimana indahnya pulau Flores ini. Pokoknya, buat aku penasaran dech. Tapi bagus bahwa tahun ini kerinduan saya bisa terwujud. Dan rupanya memang benar-benar indah dech. I Love Flores”, ungkap Ona kepada tim media ini di Ruteng.

Ona, teman perempuan seperjalanan Edgar, diketahui beragama Kristen Katolik. Karena itu, pada Minggu kemarin (16/06), Ona menyempatkan untuk mengikuti perayaan ekaristi di Gereja Katedral Baru Ruteng.

Keduanya saat berpose di depan gereja katedral Lama di kota Ruteng

“Kemarin itu, saya mengikuti perayaan ekaristi di Gereja Katedral. Meski dingin, namun saya tetap berusaha untuk ke Gereja. Bagi saya, Tuhan tetap nomor satu dalam hidup”, ungkap Ona.

“Waktu mengikuti perayaan Ekaristi di sana memang saya sedikit bingung juga sich mas. Sebab, parayaan ekaristinya menggunakan bahasa daerah sini. Namun, saya juga menikmatinya kok, Lanjut Ona dalam sharingnya kepada tim media ini.

Ona dan Edgar diketahui akan melanjutkan perjalanannya hingga ke Maumere, kabupaten Sikka. Namun, sebelum ke sana, keduanya berniat bermalam di kota Bajawa, Riung, dan juga kota Ende kabupaten Ende.

“Rencananya memang ke Maumere sich mas. Namun sebelum ke sana kita berdua bermalam di Bajawa dulu, Riung, dan juga kota Ende”, ungkap Ona.

Laporan : Jivansi Helmut

Artikel ini telah dibaca 548 kali

Vidio Populer
Baca Lainnya