Gaya Hidup

Selasa, 30 Juli 2019 - 20:26 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Nadus Keitimo, Pengrajin Tulang dan Gigi Ikan Paus (Foto: TeamYPF/Jivansi Helmut)

Nadus Keitimo, Pengrajin Tulang dan Gigi Ikan Paus (Foto: TeamYPF/Jivansi Helmut)

Nadus Keitimo, Pengrajin Tulang dan Gigi Ikan Paus di IBT Labuan Bajo

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Perhelatan International Boxing Tournament piala Presiden ke-23 yang berlangsung selama sepekan di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat nampaknya memang menghadirkan ceritanya tersendiri.

Selain karena para peserta tinju yang datang dari beberapa belahan bumi, fakta lain yang tak kalah menarik adalah hadirnya sejumlah pengrajin tangan yang ikut menjajakan hasil karyanya di lokasi perhelatan tinju international tersebut.

Salah satunya adalah pengrajin tulang dan gigi ikan paus asal Lembata yang diketahui bernama Nadus Ketimo.

Menurut pengakuannya saat ditemui dan diwawancarai team media ini di lokasi perhelatan tinju, hasil karya tangan yang dipasarkannya nampaknya memang mampu menarik perhatian para penggemar tinju yang datang untuk menyaksikan secara langsung perhelatan Internatioanal Boxing Turnament tersebut.

“Mesti disyukuri bahwa kerajinan tangan saya ini mampu memikat hati dari para pecinta dunia tinju yang hadir disini”, kata Nadus Ketimo.

Bahan bakunya, masih kata Nadus Timo, tak lain adalah tulang dan gigi ikan paus yang kemudian dipoles sedemikian rupa hingga mengahasilkan barang yang bernilai seni.

“Bahan bakunya adalah tulang dan gigi ikan paus yang kemudian dipoles sedemikian rupa hingga menghasilkan beberapa barang yang bernilai seni, seperti gelang, kalung ataupun juga gagang rokok”, kata Nadus Ketimo.

Tidak hanya itu, lanjut Nadus Ketimo, menurut kepercayaan nenek barang bernilai seni yang dihasilkan tersebut seutuhnya memiliki khasiat tertentu bagi para penggunanya.

“Seperti menghindarkan diri dari black magic dan juga dari bahaya lautan.

Menurut kepercayaan, katanya lebih lanjut ketika kita mengalami musibah di lautan seperti kapal tenggelam maka mudah sekali bagi orang yang bersangkutan untuk terbawa hingga ke darat.

Nadus Ketimo menuturkan, dalam sehari hasil karya tangannya tersebut bisa laku terjual hingga lima jutaan rupiah. Meski demikian dirinya pun tidak menampik bahwa hasil dagangan karya tangan tersebut juga kadang menurun.

“Tergantung rejeki juga sih. Kalau rame yah bisa terjual hingga lima jutaan rupiah sehari. Dan kalau sepih maka yang laku terjual berkisar satu atau dua juta rupiah saja sehari”, kata Nadus Ketimo.

Pantauan wartawan media ini, para pembeli tidak hanya orang-orang lokal saja. Akan tetapi juga beberawa orang asing rupanya juga tertarik dengan hasil kerajinan tangan pria berdarah lembata tersebut.

Laporan : Jivansi Helmut

Artikel ini telah dibaca 296 kali

Vidio Populer
Baca Lainnya