Headline

Rabu, 15 Mei 2019 - 22:45 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Puskesmas Datak (Ist)

Puskesmas Datak (Ist)

Begini Penjelasan Soal Pungutan Rp 500 Ribu di Puskesmas Datak

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Kepala puskesmas (Kapus) Datak, Kecamatan Welak, kabupaten Manggarai Barat, Elisabeth Timan akhirnya angkat bicara terkait pungutan sebesar lima ratus ribu rupiah bagi keluarga Pasien Martinus Najid pada Minggu (12/05/2019) kemarin.

Elisabeth Timan, kepada media ini menjelaskan bahwa pasien tersebut adalah pasien yang sudah sembuh setelah dirawat di Puskesmas Datak beberapa hari sebelumnya.

“Itu pasien sudah sembuh, dan mereka sudah pulang kerumahnya,” kata Elisabeth pada media ini, Rabu (15/05/2019).

Namun, lanjut Kapus Datak itu, pada Hari Minggu (12/05), keluarga pasien datang lagi ke Puskesmas untuk meminta rujukan bagi pasien tersebut untuk langsung dibawah ke Rumah Sakit Siloam di Labuan Bajo.

“Sementara kami tidak mempunyai acuan untuk merujuk pasien tersebut, karena yang bersangkutan sudah sembuh secara medis dan pulang ke rumah, namun tiba – tiba datang dan ke Puskesmas dan minta rujukan, tentu kami tidak bisa mengiakan begitu saja, karena ada SOP yang harus kami taati untuk merujuk setiap pasien yang sakit,” jelas Kapus Datak.

Loading...

Selain itu, jelas Kapus Datak, pihaknya juga tidak bisa merujuk pasien langsung ke Rumah sakit Siloam.

“Karena SOP kami mengatur bahwa pasien dari Puskesmas cuma bisa dirujuk ke rumah sakit Pratama yang di Marombok itu, nanti pihak rumah sakit yang akan mengatur langkah penanganan lebih lanjut,” paparnya.

Disaat yang bersamaan, katanya lebih lanjut, hampir sebagian tenaga medis di Puskesmas tengah mengikuti kegiatan rohani di Paroki termasuk bendahara puskesmas.

“Namun keluarga tetap ngotot agar pasien tersebut dirujuk, padahal yang sebenarnya pasien tersebut tak perlu di rujuk, lalu Kami sampaikan bahwa bendahara lagi ikut kegiatan di geraja, mobil lagi tidak ada bahan bakar, itu cara kami berkilah supaya keluarga pasien bisa membatalkan niat mereka untuk rujuk, namun keluarga tetap ngotot dan bersedia mengisi bahan bakar mobil,” tuturnya.

“Sehingga kami memutuskan untuk memasang infus saja pada pasien, supaya tidak melanggar SOP pasien rujuk, karena pihak keluarga terus memaksa kami untuk melakukan rujukan” jelas Kapus Datak.

Menurut Kapus Datak, pihaknya sudah menjelaskan pada pihak keluarga pasien bahwa uang tersebut nanti akan diganti, karena bendahara puskesmas sedang tidak ada ditempat, disisi lain keluarga ngotot agar pasien dirujuk.

“Terpaksa kita pakai uang itu untuk isi bahan bakar Ambulance,” jelas Kapus Datak.

Senada disampaikan Efridus Parung, pengemudi mobil Ambulance tersebut. Menurutnya, saat keluarga pasien memaksa untuk melakukan rujukan pada pasien, dirinya sudah menjelaskan bahwa mobil dalam keadaan tidak memiliki bahan bakar.

“Apalagi bendahara sedang tidak ada ditempat, dan saat itu keluarga pasien sendirilah yang bersedia untuk membayar isi bahan bakar,” tukasnya.

Laporan : Andre Kornasen

Artikel ini telah dibaca 33 kali

Baca Lainnya