Cheap NFL Jerseys From China Wholesale Jerseys

Headline

Sabtu, 10 Oktober 2020 - 21:45 WIB

1 minggu yang lalu

logo

Foto: Ilustrasi (net)

Foto: Ilustrasi (net)

Dugaan Kasus Amoral, BPD Usulkan Pemakzulan Kades Nita

Sikka, Floreseditorial.com – Perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan, ABL, Kepala Desa Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Informasi yang dihimpun media ini, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merekomendasikan agar, ABL, diberhentikan dari jabatannya. Rekomendasi itu langsung diserahkan ke Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Jumat (9/10/2020).

Ketua BPD Nita, Herman Ranu, ditemui di Gedung DPRD Sikka, Jumat (9/10/2020), menjelaskan, setelah menerima surat dari BPD Nita, Bupati Sikka langsung membuat disposisi yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pemerintahan Desa, Fitrinita Kristiani.

“Tadi, Bupati langsung disposisi. Isinya seperti apa, saya juga kurang tahu,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya bersama rekan Anggota BPD Nita lainnya, berencana bertemu Pimpinan DPRD Sikka, untuk menyampaikan surat yang sama. Namun, mereka tak sempat bertemu karena Pimpinan tengah menerima massa aksi yang menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Menurutnya, BPD Nita telah menggelar rapat bersama sejumlah elemen masyarakat, seperti tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh perempuan, pada Rabu (7/10/2020) lalu. Rapat bersama ini membahas dan menindaklanjuti laporan dan pengaduan keluarga, VDW, atas dugaan perbuatan amoral yang dilakukan, ABL terhadap VDW.

“Dari pertemuan ini, terungkap bahwa pada Minggu (4/10/2020), VDW dan anaknya, bersama ABL, sedang berada di ruang tunggu keberangkatan Bandara Frans Seda. Ketiganya berencana ke Jakarta. Keluarga VDW, berhasil membatalkan rencana mereka, lalu VDW dibawa pulang ke rumahnya, sementara ABL melarikan diri,” jelasnya.

Selanjutnya, pada pertemuan keluarga di rumahnya, VDW, menyampaikan kepada keluarga bahwa dirinya telah hamil, hasil perbuatannya bersama ABL. Terhadap fakta-fakta ini, jelasnya, elemen masyarakat yang hadir dalam pertemuan sangat kecewa dan marah. Sehingga menurutnya, forum rapat mendesak BPD Nita dan Lembaga Adat Nita segera menindaklanjuti persoalan ini dengan kewenangan masing-masing, guna memulihkan nama baik serta kewibawaan Desa Nita.

“Masyarakat yang hadir dalam pertemuan itu, mendesak agar segera menemui Bupati Sikka, guna melaporkan perbuatan ABL. Supaya mendapatkan putusan pemberhentian secepatnya, agar aktivitas pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” terangnya.

Ia menambahkan, hasil pertemuan BPD Nita dan sejumlah elemen masyarakat ini dibuat dalam berita acara. Ada tiga poin penting dalam berita acara, bahwa ABL melakukan perbuatan amoral dengan menghamili staff-nya sendiri, mendesak Bupati Sikka memberhentikan ABL, sekaligus menunjuk Penjabat Sementara Kepala Desa Nita.

Hingga saat ini, ABL, belum bisa dihubungi. Beberapa jam setelah dilaporkan keluarga, VDW, Kepala Desa Nita dua periode ini menulis cuitan melalui akun Facebook-nya.

“Menunggu kebenaran akan ini terungkap. Antara wayang dan dalang sesungguhnya,” tulis ABL, dengan tagar #tetaptegarmenantangbadai.

Sebelumnya, keluarga VDW, mendatangi Kantor BPD Nita, Senin (5/10/2020), untuk melaporkan dugaan perbuatan amoral ABL yang menghamili VDW, yang merupakan Tenaga Swamedikasi Desa (TSD) di Kantor Desa Nita. (ric)

Artikel ini telah dibaca 1980 kali

Baca Lainnya
x